Kompas.com - 01/03/2021, 18:41 WIB
Ilustrasi toko GameStop. MarketInsiderIlustrasi toko GameStop.

KOMPAS.com - Harga saham perusahaan aneka pernik Game, GameStop Corporation (GME) menjadi perbincangan hangat di media sosial lantaran tampak berfluktuasi dalam beberapa waktu belakangan.

Harga saham GameStop sempat melambung tinggi hingga menyentuh angka 468 dolar AS per lembar karena dipicu oleh tekanan dari para investor amatir di internet, terutama di forum Reddit yang berbondong-bondong membeli saham tersebut.

Baru-baru ini firma analisis risiko konten media sosial, PiiQ Media mengungkapkan bahwa akun bot yang ada di jejaring sosial ternyata ikut serta menjadi pendorong tren pembelian saham GME dalam beberapa waktu belakangan. 

Baca juga: Apa Itu GameStop, Perusahaan Game yang Sahamnya Belakangan Meroket?

Kesimpulan tersebut diambil PiiQ setelah memeriksa pola-pola kata kunci tertentu yang berkaitan dengan perusahaan GameStop di seluruh percakapan dan profil di media sosial Twitter, Facebook, Instagram, dan YouTube antara 28 Januari hingga 18 Februari.

Adapun kata kunci tersebut adalah "Hold the Line" dan nama saham GameStop "GME", sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (1/3/2021).

Kendati demikian, tidak ada informasi jelas seberapa besar pengaruh bot media sosial tersebut dalam kaitannya dengan fluktuasi harga.

Mendongkrak kata kunci

Akun bot memang kerap digunakan sebagai alat oleh para pihak yang ingin mendongkrak sebuah kata kunci agar menjadi populer di media sosial dengan membuat konten secara otomatis. Inilah yang terjadi dengan saham Gamestop (GME) menurut PiiQ.

Selama kurun waktu sebulan, PiiQ mengidentifikasi adanya "pola mulai dan berhenti" yang sangat mirip antara unggahan terkait GameStop di media sosial dengan kegiatan perdagangan saham GameStop di awal dan lonjakan pembelian di akhir sesi perdagangan.

Co-founder dan Chief Technology Officer PiiQ, Aaron Barr mengungkapkan pola seperti itu mengindikasikan adanya penggunaan akun bot.

Sebab, jika suatu akun media sosial membuat konten organik, hasilnya akan bervariasi setiap harinya. Namun dalam kasus GameStop ini, PiiQ melihat pola yang sama persis setiap hari selama satu bulan.

"Kami melihat pola buatan yang jelas di empat platform media sosial," kata Barr.

Berdasarkan analisis keaslian konten, PiiQ memperkirakan ada puluhan ribu akun bot yang berperan dalam fluktuasi harga saham GME. Bahkan, PiiQ menyebutkan puluhan ribu akun bot itu juga ikut andil dalam kenaikan harga Dogecoin dan mata uang kripto lain.

Baca juga: Bocah 10 Tahun Untung 5.000 Persen dari 10 Lembar Saham GameStop

PiiQ sendiri sebenarnya belum menganalisis data percakapan dari platform Reddit terkait fenomena GameStop.

Namun, Barr memprediksi pihaknya akan melihat pola aktivitas serupa di Reddit terkait GameStop ini, yakni adanya percakapan yang terkoordinasi melalui bot.

Kelima jejaring media sosial tidak memberikan komentar terkait hasil analisis PiiQ ini.

Namun, pada kesempatan terpisah, Chief Executive Reddit Steve Huffman mengatakan kepada Kongres AS bahwa akun bot tidak memainkan "peran penting" dalam percakapan GameStop di Reddit.

Barr mengatakan akun-akun bot tersebut bisa dibeli dengan murah, yakni seharga 200 dollar AS. Selain perdagangan saham, kata Barr, akun-akun bot ini bisa saja dimanfaatkan oleh penjahat terorganisir untuk menstimulus harga aset dan merusak intergritas pasar AS.

Naik-turun harga saham GME

Fenomena harga saham GameStop sedang diselidiki oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS. Hal ini mengingat harga saham GME yang fluktuatif, naik dan turun dalam waktu singkat.

Ilustrasi saham GameStop selama bulan Februari 2021.MarketWatch Ilustrasi saham GameStop selama bulan Februari 2021.

Sebagai contoh, berdasarkan data Marketwatch, harga saham GME meroket hingga lebih dari 1.000 persen dan menyentuh puncaknya pada angka 468 dolar AS per lembar pada pembukaan perdagangan Kamis (28/1/2021) lalu.

Namun, setelah penutupan perdagangan di hari yang sama, harganya turun ke sekitar angka 200 dolar AS per lembar.

Jika dilihat berdasarkan laporan MarketWatch, selama bulan Februari harga saham GME juga tidak pernah lagi menyentuh angka 300 dollar seperti di bulan Januari.

Baca juga: Saham GameStop Naik Drastis dan Catat Rekor Baru, Apa Pemicunya?

Harga saham GME pada bulan Februari paling tinggi tercatat di angka 225 dollar AS pada awal bulan. Setelah itu, harga saham GME hanya berkisaran di angka 100 dollar AS. Pada sesi perdangan akhir bulan Februari, harga saham GME tercatat di angka 101,74 dollar AS.

Menurut sebagian besar laporan yang beredar, hal ini disebabkan oleh tekanan dari dua sisi investor, yaitu para investor amatir di internet, seperti di sub-forum Reddit dan Twitter, dan para penanam modal aset di Wall Street (hedge funds).

Para investor amatir ini mengandalkan aplikasi saham semacam Robinhood, berbondong-bondong membeli saham GameStop lantaran dipicu oleh sentimen positif (prediksi harga saham naik) dari para investor kenaamaan, seperti Chamath Palihapitiya.

Sementara para hedge funds, yang memiliki sentimen negatif (prediksi harga saham turun) dikabarkan terus mengalami kerugian karena terpaksa harus membeli saham yang harganya sedang naik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.