Bantuan Subsidi Kuota Belajar Disalurkan, Haruskah Siswa Setor Nomor Ulang?

Kompas.com - 02/03/2021, 08:29 WIB
Sejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melanjutkan program subsidi kuota untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ). Subsidi ini akan disalurkan kepada tenaga pendidik dan siswa selama tiga bulan ke depan.

Program ini merupakan kelanjutan dari program yang sama pada 2020 lalu. Saat program pertama kali digulirkan tahun lalu, pengajar dan siswa wajib mendaftarkan nomor ponselnya untuk mendapatkan subsidi ini.

Lantas, untuk mendapat subsidi kuota 2021 ini apakah nomor ponsel harus didaftarkan ulang?

Menurut Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, tenaga pendidik dan peserta didik yang menerima subsidi pada November-Desember 2020 lalu, akan otomatis mendapat subsidi kuota lagi mulai bulan ini.

Sehingga, peserta didik dan pendidik yang tahun lalu sudah menerima bantuan, tidak perlu menyetorkan lagi nomor ponsel mereka.

"Pemimpin satuan pendidikan tidak perlu lagi mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) lagi untuk yang sudah menerima bantuan November-Desember," ungkap Nadiem dalam konferensi pers, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Kemendikbud Salurkan Bantuan Kuota Data Internet 2021, Ini Rinciannya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wajib lapor jika ganti nomor ponsel

Namun, bagi siswa atau tenaga pengajar yang nomor ponselnya berubah atau tahun lalu belum mendapatkan subsidi kuota, Nadiem mengatakan baru akan bisa menerima bantuan subsidi pada April 2021 mendatang.

Mereka bisa melapor ke pimpinan satuan pendidikan masing-masing, dalam hal ini sekolah atau satuan lebih tinggi untuk mendapatkan kuota pada bulan April.

"Jadi dipastikan untuk persiapan bulan April, bagi yang belum mendapatkan segera melapor ke pimpinan satuan pendidikan dan operator satuan pendidikan," jelas Nadiem.

Nantinya, pimpinan operator di satuan pendidikan tinggal mengunggah SPTJM untuk nomor yang berubah atau nomor yang baru ke laman http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id atau http://pddikti.kemdikbud.go.id untuk jenjang yang lebih tinggi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X