3 Fakta yang Perlu Diketahui soal Subsidi Kuota Belajar 2021

Kompas.com - 02/03/2021, 09:33 WIB
Sejumlah pelajar saat istirahat sejenak di luar Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pelajar saat istirahat sejenak di luar Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memastikan bahwa Kemendikbud akan kembali menyalurkan bantuan kuota data internet untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kendati merupakan program lanjutan dari 2020, ada sedikit perubahan dalam segi volume kuota dan skema penyaluran subsidi internet dari Kemendikbud tahun 2021 ini.

Berikut merupakan fakta-fakta yang KompasTekno rangkum terkait subsidi kuota internet tahun ini yang disalurkan Kemendikbud.

1. Hanya ada kuota umum

Pada 2020, subsidi kuota internet yang disalurkan Kemendikbud memiliki dua jenis kuota berbeda, yakni kuota umum dan kuota belajar.

Kuota umum sendiri dapat digunakan penerima bantuan untuk mengakses mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sementara kuota belajar hanya bisa digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengumumkan bantuan kuota internet 2021, Senin (1/3/2021).Tangkap layar Youtube Kemendikbud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengumumkan bantuan kuota internet 2021, Senin (1/3/2021).
Berbeda dari sebelumnya, pada 2021 ini, Kemendikbud hanya akan memberikan bantuan kuota umum dan menghilangkan bantuan kuota belajar.

Nadiem mengungkapkan, perubahan ini dilakukan Kemendikbud atas masukan dan saran yang diterima pihaknya terkait bantuan kuota internet 2020 lalu.

Baca juga: Bantuan Subsidi Kuota Belajar Disalurkan, Haruskah Siswa Setor Nomor Ulang?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah modifikasi yang kami lakukan sehingga kita bisa mencapai titik tengah di mana Giganya (volumenya) cukup, tetapi kualitas dan fleksibilitas penggunaannya di maksimalkan sebesar mungkin," ungkap Nadiem, Senin (1/3/2021).

Dengan hanya tersedia kuota umum, para penerima bantuan bisa mengakses seluruh laman dan aplikasi penunjang PJJ, termasuk YouTube. Namun, kuota tersebut tidak bisa digunakan untuk mengakses media sosial lain dan aplikasi game.

"Jadinya bisa digunakan untuk mengakses seluruh laman, kecuali aplikasi-aplikasi yang diblokir seperti game dan media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram," ungkap Nadiem.

YouTube menjadi salah satu jejaring sosial yang diperbolehkan diakses menggunakan kuota internet subsidi. Hal ini, kata Nadiem, mengingat adanya masukan bahwa materi pembelajaran juga banyak berasal dari YouTube.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X