Kompas.com - 02/03/2021, 14:36 WIB

KOMPAS.com - Para pelaku industri teknologi seakan berlomba untuk mengekor Clubhouse, aplikasi media sosial berbasis audio yang tengah naik daun. Twitter, misalnya, belakangan merilis fitur Spaces yang menghadirkan fungsi serupa.

Kini giliran Xiaomi yang dilaporkan bersiap merilis aplikasi yang mirip. Kabarnya, kompetitor Clubhouse itu tak lain adalah MiTalk yang dirilis ulang sebagai aplikasi chat berbasis audio.

MiTalk sebelumnya adalah aplikasi pesan instan yang diluncurkan Xiaomi pada 2010. Sayangnya, karena kurang sukses menggaet pengguna, layanan MiTalk kemudian resmi ditutup pada 19 Februari 2021.

Baca juga: Pesaing Clubhouse dari Twitter Sudah Bisa Dijajal Pengguna Android

Namun, segera setelah ditutup, MiTalk langsung lahir kembali di toko-toko aplikasi di China, kali ini dengan mengusung fungsi berbeda yang fokus pada percakapan audio, sehingga mirip dengan Clubhouse.

"Di sini Anda dapat mendengarkan paparan dan wawasan dari profesional di berbagai bidang," demikian bunyi penggalan deskripsi untuk aplikasi MiTalk versi baru, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, para pengguna nantinya juga bisa "mengangkat tangan" untuk berpartisipasi dalam obrolan di MiTalk.

Butuh undangan

Aplikasi pesan berbasis suara MiTalk dilaporkan masih dalam tahap closed beta dengan undangan dalam skala kecil. Baru karyawan Xiaomi di China yang dapat menggunakan aplikasi ini dengan nomor kontak yang terdaftar di perusahaan serta kode undangan.

MiTalk disinyair akan segera tersedia khusus untuk masyarakat China. Pengguna yang ingin menggunakannya juga memerlukan kode undangan, layaknya Clubhouse.

Belum diketahui apakah Xiaomi juga akan melebarkan cakupan wilayah layanan MiTalk versi baru ke negara-negara lain di kemudian hari atau tidak.

Baca juga: Percakapan Bisa Diretas, Clubhouse Janji Siapkan Perbaikan Keamanan

Deskripsi MiTalk ini mengindikasikan bahwa aplikasi tersebut nantinya akan menjadi jelmaan Clubhouse versi Xiaomi. Xiaomi agaknya melihat popularitas Clubhouse sebagai peluang menggiurkan karena Clubhouse sendiri belakangan telah diblokir di China.

Sebabnya disinyalir terkait dengan kekhawatiran pemerintah karena Clubhouse dipakai netizen Negeri Tirai Bambu itu membicarakan topik-topik terlarang, seperti isu penahanan massal orang-orang Uighur, demo pro-demokrasi di Hong Kong, dan kemerdekaan Taiwan.

Xiaomi pun agaknya melihat ini sebagai kesempatan untuk menggaet para warganet yang tak lagi bisa menggunakan aplikasi Clubhouse besutan Paul Davison dan Rohan Seth itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.