Fitur "Pay Later" Traveloka Akan Dibawa ke Thailand dan Vietnam

Kompas.com - 02/03/2021, 15:15 WIB
Ilustrasi Traveloka Office techinasia.comIlustrasi Traveloka Office

Di Indonesia sendiri, Traveloka bekerja sama dengan beberapa pihak untuk meluncurkan fitur pay later di Indonesia. Fitur ini menawarkan kemudahan bagi penggunanya untuk melakukan pemesanan, tanpa harus menunda karena keterbatasan dana.

Traveloka mempelajari bahwa banyak penggunanya menunggu tanggal gajian untuk memesan perjalanan. Indra mengatakan pay later telah memberikan 6 juta pinjaman di Indonesia sejak diluncurkan.

Traveloka juga menawarkan asuransi dan juga layanan manajemen keuangan. Menurut Indra, bisnis pay later memiliki potensi yang besar di Indonesia.

Sebab, hanya 6 persen dari total penduduk yang memiiki kartu kredit. Dirangkum KompasTekno dari Deal Street Asia, Selasa (2/3/2021), Indra tidak menampik adanya peluang untuk mengakuisisi bank di Indonesia, demi meningkatkan layanan keuangan.

"Semua opsi masih terbuka," kata Indra.

Beberapa startup diketahui mengakuisisi bank untuk mengembangkan layanan keuangannya.
Seperti Gojek yang mengakusisi 22 persen saham Bank Jago untuk memperluas layanan keuangan digitalnya.

Rencana IPO Traveloka

Seperti dikatakan sebelumnya, Traveloka berencana melakukan IPO di bursa saham AS tahun ini. Saat ini, perusahaan yang bergerak di industri pariwisata itu tengah melakukan pembicaraan dengan SPACs atau perusahaan akuisisi yang bertujuan khusus.

Dengan SPACs, perusahaan dapat mengumpulkan dana IPO dengan cara membeli perusahaan swasta di sebuah negara. Kemudian, perusahaan mengambil alih listing nama (pencatatan saham) di Bursa Efek negara tersebut.

Baca juga: Traveloka Bersiap Melantai di Bursa Saham Amerika Serikat Tahun Ini

SPACs kabarnya banyak mendekati startup-startup di Asia Tenggara untuk melakukan IPO. Beberapa perusahaan SPACs seperti Bridgetown Holdings yang dibekingi konglomerat Richard Li, Provident Acquisiton, Cova Acquisition adalah pesaing Traveloka yang berpotensi meraih valuasi sebesar 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 71,7  miliar (kurs Rp 14.300) untuk startup.

Kabarnya, Traveloka telah memilih firma sekuritas JPMorgan Chase & Co untuk membantu rencana IPO di Negeri Paman Sam. Tidak menutup kemungkinan perusahaan ini juga melantai du bursa efek Indonesia.

Saat ini, Traveloka memiliki beberapa investor. Di antaranya adalah perusahaan pemodal East Venture, Expedia, perusahaan asal Singapura GIC, dan perusahaan asal China yakni JD.com.

Dalam sebuah wawancara bersama Bloomberg beberapa waktu lalu, CEO Traveloka, Ferry Unardi, mengatakan setelah proses IPO rampung, Traveloka juga akan menjajaki opsi merger dan akuisisi untuk mengembangkan perusahaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X