Begini Twitter Perlakukan Posting-an Sesat soal Vaksin Covid-19

Kompas.com - 02/03/2021, 17:16 WIB
Ilustrasi Aplikasi Twitter di ponsel di depan logo Twitter BloombergIlustrasi Aplikasi Twitter di ponsel di depan logo Twitter

KOMPAS.com - Beberapa negara mulai menyuntikkan vaksin Covid-19, termasuk di Indonesia. Hoaks atau informasi menyesatkan terkait vaksin Covid-19 pun menjadi momok baru yang kemungkinan bisa merajalela di platform media sosial.

Mencegah hal tersebut, Twitter akan memberikan label pada kicauan yang berpotensi mengandung informasi yang menyesatkan terkait vaksin Covid-19.

"Label akan diberikan oleh anggota ketika tim kami menentukan bahwa sebuah konten melanggar peraturan kami," tulis Twitter dalam keterangan resminya.

Penilaian dari tim Twitter akan ditersukan ke perangkat otomatis untuk memperkuat kapasitas Twitter dalam mengidentifikasi dan memberikan label kepada konten serupa.

Baca juga: Hacker Korea Utara Berupaya Bobol Server Pembuat Vaksin Covid-19

Twitter akan menggunakan cara manual, dari analisis manusia, dan juga perangkat otomatis untuk mengidentifikasi konten yang berpotensi mengandung misinformasi, atau informasi menyesatkan tentang vaksin Covid-19.

Twitter mengatakan, machine learning dan pemrosesan bahasa otomatis membutuhkan waktu agar bisa lebih efektif.

"Untuk itu, kami akan memulai dengan konten bahasa Inggris dan menggunakan proses yang sama untuk memperluas upaya dan kebijakan kami untuk bahasa dan konteks budaya lainnya secara bertahap," jelas Twitter.

Nantinya, label akan muncul dalam pengaturan tampilan bahasa yang digunakan, dan akan dihubungkan ke konten yang dikurasi, serta informasi kesehatan masyarakat yang resmi dari Peraturan Twitter.

Twitter mengatakan pemberian label ini bertujuan untuk memberikan konteks dan informasi resmi tentang Covid-19 kepada penggunanya.

Baca juga: Pesaing Clubhouse dari Twitter Sudah Bisa Dijajal Pengguna Android

"Dengan penggunaan sistem peringatan ini, kami berharap bahwa dapat mengedukasi pengguna mengenai mengapa suatu konten dapat melanggar peraturan kami; sehingga mereka mampu mempertimbangkan perilaku dan dampaknya dalam suatu percakapan publik," jelas Twitter.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X