Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China

Kompas.com - 03/03/2021, 08:34 WIB
Ilustrasi Jack Ma yang tengah menghadiri suatu video konferensi, menandakan kehadirannya di publik pertama kali setelah tiga bulan menghilang. Tianmu NewsIlustrasi Jack Ma yang tengah menghadiri suatu video konferensi, menandakan kehadirannya di publik pertama kali setelah tiga bulan menghilang.
Penulis Bill Clinten
|

Yang jelas, hal itu agaknya sulit untuk terwujud apabila Ma masih belum muncul ke publik secara aktif dan masih "dikekang" oleh pemerintah China.

Tekanan dari Pemerintah China

Sebagai informasi, Ma, yang juga merupakan mantan guru bahasa Inggris, mendadak "hilang" setelah melontarkan kritik pedas terhadap regulator finansial dan perbankan China dalam sebuah pidato di Shanghai, China 24 Oktober lalu.

Sekitar Januari lalu, Ma kemudian tampil kembali di ruang publik dalam sebuah video berdurasi 50 detik. Sejak itu, sosok Ma tak tampak lagi.

Sebelum "menghilang", dia sempat melontarkan kritik tajam terhadap regulasi keuangan di China. Ia menuding bahwa bank-bank di China beroperasi dengan mentalitas "rumah gadai" menyangkut jaminan untuk kredit.

Baca juga: Drama Jack Ma, Kritik Pemerintah, Diisukan Tewas, hingga Muncul di Video 50 Detik

Ia juga berpendapat bahwa regulasi perbankan yang berlaku dinilai menghambat inovasi dan harus direformasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan Ma agaknya membuat panas telinga pemerintah China yang kemudian memperketat regulasi bisnis fintech, sehingga perusahaan Ant Group milik Ma gagal melantai di bursa saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah China pun membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyelidiki dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh Alibaba.

Selain membentuk satgas, pemerintah China juga belakangan menyusun aturan baru mengenai anti-monopoli untuk "menjinakkan" raksasa teknologi di China, seperti Alibaba dan Tencent.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Forbes,hurun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.