5 Tren Teknologi yang "Booming" Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 03/03/2021, 12:09 WIB
Ilustrasi Zoom. BusinessInsiderIlustrasi Zoom.

Hal ini mengingat uang tunai dapat menjadi medium perantara pembawa virus Covid-19.

WEF mengungkapkan, pembayaran digital baik menggunakan kartu atau dompet elektronik (e-wallet), menjadi rekomendasi pembayaran baru untuk menghindari menyebaran virus Covid-19 ini.

Dengan metode pembayaran digital, masyarakat dapat melakukan pembelian dan pembayaran online untuk barang dan jasa, serta tagihan lain seperti listrik, air, pulsa, dan sebagainya.

Di Indonesia, pembayaran digital juga sudah banyak digunakan oleh masyarakat.

Laporan Digital 2021 mencatat ada 129,9 juta masyarakat Indonesia yang telah menggunakan metode pembayaran digital ini.

Total transaksi masyarakat Indonesia melalui pembayar digital mencapai 35,72 miliar dollar AS atau sekitar Rp 510 triliun pada 2020 lalu.

3. Kerja dari rumah (WFH)

Aktivitas lain yang terpaksa berubah ialah cara bekerja. Selama pandemi ini, banyak perusahaan yang meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah (WFH). Alhasil, bekerja dari rumah menjadi tren baru semasa pandemi ini.

Pekerjaan jarak jauh ini mengandalkan sejumlah teknologi, termasuk layanan video conferencing untuk rapat virtual, jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengakses situs, hingga protokol suara melalui internet (VoIP) untuk melakukan video ataupun voice call.

Mnurut WEF, selain mencegah penyebaran virus Covid-19, kerja jarak jauh ini juga menghemat waktu perjalanan dan memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada para pekerja.

Baca juga: Tren WFH Selama Pandemi Bikin Ancaman Keamanan Siber Meningkat

Di Indonesia sendiri, Cisco mencatat ada 52 persen perusahaan di Indonesia memberlakukan WFH selama pandemi. Kendati disebut lebih fleksibel, metode WFH yang mengandalkan internet ini tak luput dari ancaman keamanan siber.

Dari riset yang dilakukan, Cisco mencatat ada 78 perusahaan di Indonesia yang melaporkan adanya peningkatan ancaman keamanan siber ketika WFH diterapkan.

Ada dua hal yang menjadi ancaman keamanan siber terbesar yang dihadapi perusahaan.

Pertama adalah secure access atau akses ke jaringan atau aplikasi yang digunakan perusahaan. Kedua adalah data pribadi, seperti data penting perusahaan atau data pelanggan.

4. Pembelajaran jarak jauh (PJJ)

Untuk menyiasati HP yang dibawa orangtua bekerja, Tri Heni guru SDN 25 Pekanbaru, Riau mengajak siswanya belajar daring di akhir pekan. Pada hari kerja biasanya tidak lebih dari 10 siswa yang bisa mengikuti pembelajaran daring, saat dilaksanakan pada akhir pekan ada 25 siswa yang bisa mengikuti pembelajaran.DOK. TANOTO FOUNDATION Untuk menyiasati HP yang dibawa orangtua bekerja, Tri Heni guru SDN 25 Pekanbaru, Riau mengajak siswanya belajar daring di akhir pekan. Pada hari kerja biasanya tidak lebih dari 10 siswa yang bisa mengikuti pembelajaran daring, saat dilaksanakan pada akhir pekan ada 25 siswa yang bisa mengikuti pembelajaran.
Selain bekerja, proses belajar mengajar juga harus beralih secara daring karena pandemi. Pandemi ini juga akhirnya melahirkan tren pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pada pertengahan April, 191 negara mengumumkan akan menutup sekolah dan universitas untuk menekan angka penuluaran virus Covid-19. Alhasil, ada sekitar 1,57 miliar siswa dari seluruh dunia harus menjalankan proses belajar dari rumah.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber WEForum
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.