Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia di Chess.com yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

Kompas.com - 05/03/2021, 06:34 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Karena sulit memahami berbagai menu yang ada di Chess.com, Dadang hanya memainkan mode Rapid (10 menit) di Chess.com yang lebih mudah diakses.

"Rapid adalah satu-satunya mode yang bisa diakses dengan mudah dengan sekali klik di menu utama Chess.com. Itu satu-satunya mode yang bisa dimainkan tanpa mengubah pengaturan," tutur Ali.

Adapun mode lainnya, seperti Blitz dan Puzzle, tidak dimainkan Dadang karena berbagai alasan tambahan.

Baca juga: Ini Rekaman Pertandingan Online Pecatur Indonesia yang Diblokir karena Dituduh Curang

Di mode Blitz (5 menit), Dadang mengaku tidak bisa mengikuti jalannya permainan yang dituntut harus berpikir cepat karena faktor usia. Sedangkan untuk Puzzle, ia tak begitu tertarik dengan mode permainan tersebut.

Mencatat tiap langkah

Ilustrasi buku Notasi Catur yang dimiliki Dadang.Ist Ilustrasi buku Notasi Catur yang dimiliki Dadang.

Keunikan Dadang lainnya adalah kebiasaannya yang mencatat tiap langkah dalam satu pertandingan catur.

Sebelum mengenal Chess.com, Ali mengatakan bahwa Dadang sering bermain melawan komputer (bot) di aplikasi Shredder Chess.

Bot ini, menurut Ali, dirancang sedemikian rupa sehingga kemampuannya setara dengan pecatur yang memiliki ELO 2.600 ke atas.

Tak sekadar melawan bot, Dadang juga kerap mencatat tiap langkah yang ia buat agar paham bagaimana pola permainan orang yang memiliki ELO 2.600.

"Di tiap pertandingan, ia selalu mencatat semua langkah yang dibuat ke dalam buku Notasi Catur dan mengingatnya untuk dipakai di pertandingan lainnya," tambah Ali.

Anggota Percasi

Selain gemar mencatat tiap langkah, kepiawaian Dadang juga berasal dari pengalamannya di masa lalu, ketika ia pernah bergabung dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan menjuarai berbagai turnamen catur.

"Bapak saya pernah menjuarai tujuh turnamen catur daerah. Tidak selalu juara 1, pernah juara 3, 7, hingga 13. Kalau turnamen yang diselenggarakan oleh kantor tempat ayah saya bekerja, itu (gelar juaranya) sudah tak terhitung," klaim Ali.

Hal itu ia buktikan dalam sejumlah dokumen yang disebar melalui akun Google Drive-nya.

Dokumen-dokumen tersebut mencakup Piagam Penghargaan Kejuaraan Catur Sekota Singkawang, Kalimantan Barat, dan foto Dadang yang mejeng di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 Zona Kalimantan, sebagaimana gambar berikut.

Piagam penghargaan yang diterima Dadang dan fotonya ketika ajang PON ke-18 Zona Kalimantan.Ist Piagam penghargaan yang diterima Dadang dan fotonya ketika ajang PON ke-18 Zona Kalimantan.
Impian belum terwujud

Meski rela akunnya diblokir, Dadang sendiri terpaksa harus menanggalkan sejumlah mimpi yang ia buat ketika ia mulai bermain di Chess.com. Salah satunya adalah bertemu dengan para pemain catur profesional asal Indonesia.

Baca juga: Kronologi Pak Dadang Dewa Kipas Diblokir Chess.com Setelah Menang Catur Lawan GothamCess

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com