Mengenal Ada Lovelace, Perempuan Programmer Pertama dalam Sejarah

Kompas.com - 08/03/2021, 20:05 WIB
Ada Lovelace yang dikenal sebagai programmer komputer pertama dunia. Ada Lovelace yang dikenal sebagai programmer komputer pertama dunia.

KOMPAS.com - Persepsi akan dunia teknologi, masih begitu kental dengan dominasi para pria. Sebutlah mereka yang menjadi pendiri dan CEO perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, seperti Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk dan masih banyak nama maskulin lainnya.

Namun, jauh sebelum nama-nama tersebut muncul, ada seorang perempuan yang sangat berjasa dalam cikal bakal pengembangan teknologi.

Adalah Ada Lovelace, yang tercatat oleh sejarah sebagai programmer komputer pertama di dunia.

Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional atau International Womens Day 2021, KompasTekno akan mengulik siapa sosok Ada Lovelace yang berjasa atas perkembangan komputer hari ini.

Lahir dari pasangan penyair dan matematikawan

Ada Lovelace memiliki nama lengkap Augusta Ada King, Countess of Lovelace.
Ia lahir pada 10 Desember 1815 dengan nama Ada Byron.

Ayahnya, George Gordon Buron adalah penyair termahsyur kala itu. Byron menikahi Annabella Milbanke, matematikawan wanita yang dikenal pendiam.

Namun, pernikahan keduanya tak bertahan lama. Singkat cerita, ayah dan ibunya bercerai tak berapa lama setelah Lovelace lahir. Lovelace sendiri belum pernah bertemu sang ayah yang meninggal di Yunani ketika ia berusia 8 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lovelace dibesarkan Ibunya, tapi dia lebih dekat dengan sang nenek. Sebab, Ibunya cukup keras dalam mendidik Lovelace.

Baca juga: Kisah Junia Firdaus, Narik Ojek Online Demi Jadi Programmer

Ibunya tidak ingin Lovelace memiliki ketertarikan akan dunia sastra yang diwarisi Ayahnya. Sehingga, Annabella mencekoki putrinya dengan pengetahuan sains dan matematika sejak usia empat tahun.

Selain matematika, Lovelace juga dituntut belajar musik dan bahasa Perancis, yang menjadi bahasa pergaulan di Britania Raya saat itu.

Pada masa itu, perempuan belum mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi hingga jenjang universitas. Para perempuan bangsawan seperti keluarga Lovelace, dididik secara privat.

Tertarik dunia teknik

Menginjak remaja, ketertarikan Lovelace terhadap dunia sastra mulai tumbuh meskipun sang Ibu berusaha menahannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.