Melihat Maraknya Penipuan Berkedok Akun Resmi di Medsos

Kompas.com - 15/03/2021, 14:05 WIB

Tak ayal beberapa pelanggan juga akhirnya menjadi korban dari akun-akun abal-abal ini. Melalui kicauan di Twitter, beberapa korban mengaku tertipu akun-akun bodong ini dengan jumlah yang beragam, mulai Rp 2 juta, Rp 4,5 juta, hingga Rp 16 juta.

Cara menghindari penipuan

Oleh karena itu, Ismail sendiri menyarankan agar para pelanggan bank untuk tidak menyampaikan komplain atau masalah perbankannya melalui twit atau mention melalui akun resmi perusahaan atau institusi.

"Saran saya, nomor satu jangan mengadu atau melaporkan punya masalah di media sosial apapun. Karena itu akan langsung disambar oleh penipu ," ungkap Ismail saat dihubungi KompasTekno, Senin (15/3/2021).

Kalau tetap ingin mengadukan masalah via media sosial, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menyampaikannya melalui direct message kapada akun resmi layanan pelanggan dari instansi atau perusahaan yang dimaksud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ismail, fitur direct message bisa dijadikan alternatif untuk menyampaikan kompalin atau masalah karena pesan DM ini tidak bisa diketahui oleh orang lain.

Baca juga: Tips Menghindari Penipuan Berkedok Akun Layanan Konsumen di Medsos

"Jangan sampai ketahuan orang kalo kita punya masalah. Itu kuncinya di situ. Orang punya masalah perbankan itu, kesempatan untuk para penipu. Mereka sudah menggunakan bot untuk otomatis mendeteksi," kata Ismail.

Namun jika sudah terlanjur menyampaikan komplain secara terbuka lewat mention dan twit, pelanggan perlu memastikan akun yang di-mention dan membalas twit komplain tersebut merupakan akun resmi.

Caranya, cek apakah akun sudah memiliki centang biru. Lalu lihat apakah akun memiliki embel-embel angka acak di username-nya. Jika terdapat deretan angka acak, kemungkinan besar ini adalah akun penipu.

"Ada centang biru, itu nomor satu. Itu kuncinya. Mau apapun tampaknya kalo nggak ada centang biru jangan percaya," lanjut Ismail.

Selanjutnya, pengguna juga perlu berhati-hati ketika ada akun yang mengarahkan pengguna untuk menjelaskan lebih lanjut soal masalah atau kendala yang dihadapinya melalui chat Whatsapp atau direct message di media sosial.

"Sudah lupakan saja itu. Mending langsung telpon ke nomor customer service saja," kata Ismail.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.