Kompas.com - 15/03/2021, 17:07 WIB
CEO Tesla Elon Musk Business InsiderCEO Tesla Elon Musk

KOMPAS.com - Kicauan Elon Musk pada Mei 2020 lalu di Twitter berbuntut panjang. Ia dan dewan direksi Tesla harus menghadapi gugatan dari salah satu investor gara-gara kicauan tersebut.

Gugatan itu dilayangkan oleh seorang investor bernama Chase Gharrity di Delaware, Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Berdasarkan laporan, gugatan tersebut dilayangkan karena kicauan Elon Musk yang dianggap melanggar kesepakatan dengan Komisi Pasar Modal AS (SEC).

Salah satu yang dipermasalahkan adalah kicauan berbunyi "Saham Tesla terlalu tinggi". Beberapa jam setelah mengunggah twit tersebut, harga saham Tesla terperosok hingga 10 persen.

Baca juga: Deretan Twit Elon Musk yang Bikin Bursa Saham Hijau

Isi gugatan itu juga menuding bahwa dewan direksi Tesla gagal dalam mencegah Musk yang sering memberi komentar soal saham di media sosial Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, pendiri sekaligus CEO Tesla dan SpaceX itu kerap melontarkan pernyataan lewat akun Twitter-nya yang kemudian sangat mempengaruhi harga saham.

"Perilaku Elon Musk yang salah telah menyebabkan, dan akan terus menyebabkan, kerugian substansial bagi Tesla," tertulis dalam gugatan tersebut.

Sebagai informasi, Tesla adalah salah satu perusahaan otomotif paling inovatif dengan inisiasinya menciptakan mobil listrik. Sementara, SpaceX adalah perusahaan antariksa yang berambisi membawa peradaban ke Mars.

Ini bukan pertama kalinya Musk menerima gugatan semacam itu. Pada 2018 lalu, SEC juga mengajukan tuntutan kepada Musk terkait kicauannya soal rencana menjadikan Tesla sebagai perusahaan privat alias sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik di bursa.

Kala itu, Musk menawarkan harga saham Tesla sebesar 420 Dollar AS per lembar. Namun, SEC menyatakan bahwa pernyataan Musk pada akun Twitter pribadinya itu salah dan menyesatkan.

Baca juga: Elon Musk Tidur Tak Kurang dari 6 Jam Sehari, Ini Alasannya

Akibatnya, SEC saat itu menyarankan dewan direksi Tesla untuk mencopot posisi Elon Musk sebagai CEO perusahaan.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Business Insider, Senin (15/3/2021), direksi Tesla juga diminta perlu mengambil tindakan serius atas masalah ini.

Hingga kini, belum ada kejelasan soal tindak lanjut manajemen Tesla menyusul dengan gugatan yang diajukan oleh investor Chase Gharrity. Konfirmasi dari investor pun juga belum diperoleh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X