Pemerintah China Jegal Alibaba dkk dengan Aturan Anti-monopoli

Kompas.com - 17/03/2021, 17:18 WIB

Tak hanya Alibaba, perusahaan afiliasinya, Ant Group juga diawasi dan diselidiki terkait dugaan monopoli. Perusahaan fintech milik Jack Ma ini memang memiliki aplikasi pembayaran digital populer bernama Alipay.

Melalui Alipay, Ant sedianya memberikan layanan pembayaran online. Namun belakangan, Ant melakukan ekspansi bisnis Alipay ke ranah investasi online, asuransi, dan pinjaman konsumen.

Baca juga: Perusahaan Jack Ma Bakal Dinasionalisasi China, Apa Artinya?

Namun pemerintah China menilai bisnis pinjaman online yang dilakukan Alipay ini bermasalah lantaran sebagian besar pinjaman yang difasilitasi Ant didanai oleh bank komersial, bukan oleh Ant Group sendiri.

Imbas dari pengawasan ini, penawaran saham perdana (IPO) yang awalnya akan dilangsungkan oleh Ant Group pada November 2020 kandas di tengah jalan.

IPO dikabarkan ditangguhkan secara langsung oleh Presiden Xi. Alasannya tak lain karena perubahan peraturan oleh regulator China.

Padahal, IPO Ant Group awalnya digadang-gadang bakal memecahkan rekor sebagai yang terbesar di dunia dengan proyeksi nilai pengumpulan dana menembus kisaran 37 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 522 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perusahaan Jack Ma Gagal Melantai di Bursa Usai Kritik Pemerintah China

Setelah Alibaba Group dan Ant Gorup, regulator China kemungkinan akan menargetkan Tencent, sebagaimana dihimpun dari CNN. Akibatnya, harga saham Tencent dilaporkan jatuh baru-baru ini.

Regulator China juga telah menanyai para eksekutif di Tencent dan Pinduoduo serta menghukum Bytedance dan Baidu dengan denda karena dugaan perilaku monopoli dalam akuisisi perusahaan.

Tak hanya soal aktivitas keuangan perusahaan, Pemerintah China juga mulai mengetatkan aturan terkait konten pada platform milik perusahaan teknologi ini.

Belakangan, peramban milik Alibaba Group, UC Browser, dilaporkan dihapus dari toko aplikasi Huawei dan Xiaomi karena diduga memuat konten iklan ilegal di perambannya, sebagaimana dihimpun dari CNBC

Sementara itu, Jack Ma sendiri menghilang dari publik sejak mengkritik pemerintah China pada Oktober 2020. Laporan terbaru dari rekaman penerbangannya menunjukkan bahwa dia masih bepergian ke sejumlah daerah di China hingga Februari lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.