Ditanya Apakah Dewa Kipas Curang, GothamChess: Saya Harus Percaya Chess.com

Kompas.com - 18/03/2021, 20:55 WIB
Dadang Subur pemilik akun Dewa_Kipas di Chess.com yang diblokir setelah menang melawan YouTuber GothamChess. Facebook.com/AliAkbarDadang Subur pemilik akun Dewa_Kipas di Chess.com yang diblokir setelah menang melawan YouTuber GothamChess.
Penulis Bill Clinten
|

Proses tersebut sejatinya bisa membuat beragam langkah dalam sebuah pertandingan catur menjadi lebih efisien, suatu pola permainan yang disebut tercermin oleh akun Dewa Kipas ketika melawan GothamChess.

Padahal, pemain catur profesional, menurut Levy, biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk melanjutkan langkahnya, bahkan untuk satu langkah yang jelas sekalipun.

"Ya, pola permainan Pak Dadang sama (dengan mesin). Saya tahu betul karena saya bertemu pemain yang curang setidaknya satu kali dalam seminggu," klaim Levy.

Baca juga: Daftar 5 Game Catur Online Alternatif Chess.com

Tidak ingin netizen menyerang balik

Nah, untuk membuktikan apakah ada kecurangan dalam gaya bermain Dewa Kipas, opsi melakukan pertandingan ulang (rematch) pun sempat terbesit di benak Levy.

Namun, hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, karena pertandingan ini mekanismenya online, akan ada banyak proses yang harus disiapkan untuk menggelar pertandingan tersebut.

Misalnya, harus ada beberapa kamera yang memantau pergerakan masing-masing pemain agar tidak berbuat curang.

Tidak cuma itu, Levy juga mengatakan bahwa rematch sejatinya tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Sebab, apabila pola permainan akun Dewa Kipas ternyata tidak sesuai dengan apa yang "diinginkan" oleh warganet, maka hal itu akan menjadi "senjata makan tuan" bagi Pak Dadang sendiri.

Akibatnya? Netizen yang terbawa arus narasi awal tadi kemungkinan bakal berbalik arah dan menyerang Dewa Kipas.

"Pertandingan ulang atau hal semacam itu tidak akan berakhir dengan baik. Karena, satu hal yang tidak saya inginkan adalah kondisi di mana netizen berpindah pihak untuk menyerang (Dewa Kipas)," kata Levy.

"Apa yang saya harapkan adalah kita semua menyudahi hal ini. Biarlah semua berlalu. Kita semua pernah membuat kesalahan, termasuk saya," pungkas Levy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X