Kompas.com - 19/03/2021, 06:27 WIB
Suasana di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Kawasan Roxy terkenal sebagai pusat penjualan telepon seluler dan berbagai macam aksesorinya. / KOMPAS/PRIYOMBODO KOMPAS/PRIYOMBODOSuasana di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Kawasan Roxy terkenal sebagai pusat penjualan telepon seluler dan berbagai macam aksesorinya. / KOMPAS/PRIYOMBODO

KOMPAS.com - Ponsel murah masih menjadi primadona di Indonesia. Menurut laporan terbaru firma riset IDC, smartphone di kategori low-end atau yang dipasarkan dengan rentang harga Rp 1,5-3 juta mengalami kenaikan di tahun 2020.

Porsi pasar smartphone low-end kini mencapai 65 persen, naik dari 45 persen tahun 2019 lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh kebutuhan smartphone yang layak, namun daya beli konsumen terbilang rendah.

Kebutuhan smartphone yang layak turut didorong kebijakan bekerja dan belajar dari rumah yang digalakkan pemerintah di awal pandemi. Analis pasar IDC, Risky Febrian menjelaskan, segmen low-end masih didominasi lima besar penguasa smartphone Indonesia.

Baca juga: Daftar 5 Besar Merek Smartphone di Indonesia, Vivo Masih Teratas

"Lima besar merek, yaitu Vivo, Oppo, Xiaomi, Realme, dan Samsung secara berurutan mendominasi segmen low-end dengan pangsa lebih dari 90 persen," jelas Risky melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Rabu (17/3/2021).

Risky tidak merinci lebih lanjut berapa besaran pangsa pasar masing-masing vendor di segmen ini. Lebih lanjut, Risky mengatakan selain lima besar vendor tersebut, Infinix menjadi merek lain yang mengalami peningkatan cukup signifikan.

Infinix mampu meraih pangsa pasar 8 persen di segmen ini. Menurut Risky, peningkatan Infinix dihasilkan melalui strategi harga dan promosi yang agresif di kota-kota kecil.

Sementara itu, segmen menengah alias mid-range dengan rentang harga Rp 3-6 juta menguasai porsi 19 persen dari pangsa pasar smartphone Indonesia. Di segmen ini, IDC menyebut Realme, Oppo, dan Vivo secara berurutan mendominasi.

Baca juga: Pasar Smartphone Indonesia Ternyata Naik di Tengah Pandemi

Pangsa pasar gabungan dari tiga vendor tersebut sekitar 70 persen di segmen menengah. Sisanya dikuasai oleh Xiaomi -termasuk merek POCO- dan juga Samsung.

Untuk Samsung, IDC menyebut cukup sulit bersaing di segmen menengah ini. Kendati demikian, vendor asal Korea Selatan itu semakin memperkuat posisinya di segmen low-end dan ultra low-end (harga di bawah Rp 1,5 juta) berkat seri Galaxy A.

Porsi segmen ultra low-end sendiri tercatat sebesar 13 persen dari pasaran smartphone Indonesia secara keseluruhan.

Untuk kelas atas, yakni mid-to-high (harga Rp 6-9 juta), high-end (harga Rp 9-11 juta), dan premium & ultra premium (harga di atas Rp 11 juta), masing-masing porsinya hanya 1 persen dari keseluruhan pasar smartphone Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X