Galaxy Note Jadi Korban Kelangkaan Chip

Kompas.com - 20/03/2021, 09:03 WIB
S Pen kini memiliki latency hanya 9 ms sehingga jeda antara sentuhan ujung penda di layar dan munculnya tulisan atau coretan tidak terasa sama sekali. KOMPAS.com/ OIK YUSUFS Pen kini memiliki latency hanya 9 ms sehingga jeda antara sentuhan ujung penda di layar dan munculnya tulisan atau coretan tidak terasa sama sekali.

KOMPAS.com - Dunia saat ini telah dilanda masalah kelangkaan chip. Bukan hanya pemain di industri semikonduktor, sektor lain seperti otomotif ikut terkena imbasnya.

Co-CEO Samsung IT and Mobile Communication DJ Koh pun mengatakan kelangkaan chip global berpotensi menjadi masalah besar bagi perusahaannya tahun ini.

Dalam pertemuan tahunan bersama para pemegang saham, DJ Koh mengatakan Galaxy Note harus menjadi korban akibat kelangkaan chip. Dia mengatakan bahwa seri ponsel yang identik dengan stylus S Pen itu bakal absen pada 2021.

Baca juga: Samsung Akhirnya Jujur soal Nasib Galaxy Note

"Akan menjadi beban untuk mengeluarkan dua model flagship dalam satu tahun," kata DJ Koh, dihimpun KompasTekno dari Bussines Insider, Jumat (19/3/2021).

Padahal, jika menilik tahun-tahun sebelumnya Samsung rutin meluncurkan Galaxy S dan Galaxy Note di tahun yang sama. Galaxy S biasanya diperkenalkan awal tahun, lalu Galaxy Note menyusul di pertengahan tahun.

Samsung sebenarnya membuat chip sendiri, Exynos, yang biasa ditanamkan di ponsel-ponsel flagship buatannya. Namun, Samsung juga bergantung pada produsen komponen pihak ketiga seperti Qualcomm, sementara pabrikan Snapdragon itu turut terdampak masalah kelangkaan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan dari situs MarketWatch memprediksi kondisi kelangkaan pasokan chip akan berlangsung hingga akhir 2021.

Baca juga: Snapdragon 888 Bakal Jadi Barang Langka

Masalah ini cukup serius, sebab chip alias prosesor semikonduktor merupakan salah satu komponen penting yang mengotaki berbagai perangkat, seperti smartphone, PC, konsol game, hingga kendaraan modern.

Jika produksi chip tersendat, rantai pasokan komponen ke produsen elektronik akan ikut terhambat. Masalah kelangkaan ini bersumber dari tingginya permintaan di saat produksi justru menurun akibat pandemi.

Selama pandemi, permintaan perangkat seperti smartphone dan PC meningkat karena aktivitas bekerja dan belajar di rumah. Di saat bersamaan, produksi chip justru dikurangi sehingga mengakibatkan ketimpangan antara jumlah pasokan dan demand.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X