Xiaomi Kembangkan Teknologi "Anti-intip" Layar Ponsel

Kompas.com - 20/03/2021, 18:31 WIB
Xiaomi Redmi 9T memiliki layar seluas 6,53 inci panel IPS dengan resolusi FullHD. KOMPAS.com/YUDHA PRATOMOXiaomi Redmi 9T memiliki layar seluas 6,53 inci panel IPS dengan resolusi FullHD.

KOMPAS.com - Xiaomi kabarnya sedang mengembangkan teknologi khusus untuk menjaga privasi penggunanya. Vendor ponsel China itu dilaporkan telah mematenkan teknologi baru bertajuk "Metode anti-intip terminal, perangkat, dan media penyimpanan,".

Teknologi ini menggunakan fitur pengenal wajah (facial recognition) dalam smartphone. Jika ponsel mendeteksi ada lebih dari dua wajah yang melihat layar bersamaan, maka informasi yang ditampilkan di layar tidak bisa terlihat.

Dilaporkan ITHome, paten tersebut dipublikasi pada 12 Maret dengan nomor CN112492103A.
Teknologi tersebut merupakan sebuah sensor untuk mengotorisasi setidaknya satu wajah.

Baca juga: Alasan Xiaomi Masuk Blacklist AS, Ternyata gara-gara Penghargaan

Sensor akan merekam setidaknya watu wajah menggunakan teknologi pengenal wajah atau facial recognition. Dari data yang telah terekam tersebut, algoritma akan mendeteksi apakah ada wajah orang lain yang tidak terotorisasi, sedang mengintip smartphone pengguna.

Jika ada orang lain yang mengintip, terminal akan melakukan operasi anti-pengintipan yang dibutuhkan.

Teknologi ini diharapkan akan meningkatkan keamanan privasi pengguna dengan mencegah orang lain mengintip atau membocorkan data atau file yang sifatnya rahasia. Jika teknologi tersebut dipasangkan ke produk Xiaomi, data sensitif pengguna akan terlindungi.

Dirangkum KompasTekno dari Gizmo China, Sabtu (20/3/2021), belum diketahui apakah Xiaomi benar-benar mengembangkan teknologi anti-intip yang berbeda atau hanya mengulang pengembangan teknologi yang sudah ada.

Sebab, sebelumnya sudah ada perusahaan teknologi yang juga mematenkan teknologi seperti itu, dan sudah menerapkannya di produk mereka. Misalnya Huawei yang menerapkan teknologi serupa di Mate30.

Baca juga: Isu Rasial di Balik Teknologi Pengenal Wajah

Google juga mengembangkan teknologi serupa pada 2017 lalu, untuk sistem operasi Android bernama e-screen protector.

Dalam sebuah video demo, ditunjukkan bahwa teknologi tersebut memanfaatkan kamera depan untuk memberi tahu pengguna saat ada seseorang yang mengintip layar ponselnya.

Contohnya seperti saat seseorang sedang mengetik di aplikasi pesan instan WhatsApp. Kemudian, orang lain datang dan melirik layar ponsel.

Seketika, tampilan WahtsApp akan berubah menjadi kamera depan dan menampilkan peringatan bahwa ada orang lain yang melirik layar ponsel pengguna. Namun, hingga hari ini, fitur tersebut belum tersedia di smartphone Android secara luas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X