Profil Steve Jobs, Anak Imigran Muslim yang Mendirikan Apple

Kompas.com - 22/03/2021, 20:35 WIB
Ilustrasi komputer Macintosh. ThoughtCoIlustrasi komputer Macintosh.

Apple, si pabrikan komputer baru ketika itu, pun meroket dalam waktu singkat dan dikenal sebagai salah satu perusahaan yang pertumbuhannya paling fenomenal dalam sejarah AS.

Nama Apple juga tercantum di dalam daftar 500 perusahaan AS terbesar versi majalah Fortune.

Keluar dari Apple gara-gara Macintosh

Memasuki tahun 1980, perkembangan era komputer pribadi semakin menjamur. Karena semakin banyaknya pesaing yang bermunculan, Apple Computer Company bekerja semakin keras untuk tetap memimpin tren komputer pribadi.

Apple Computer Company lalu meluncurkan Apple III, meski kesuksesannya tidak sebanding dengan pendahulunya. Karena mengalami masalah dari segi teknis dan pemasaran, perangkat tersebut kemudian ditarik untuk kembali dikerjakan ulang.

Barulah pada tahun 1983, Apple Computer Company pertama kali memperkenalkan Lisa yang cukup menggebrak dengan tampilan antarmuka grafis (GUI) dan mouse.

Baca juga: Apple Punya Tim Khusus Berantas Produk Palsu di Medsos

Sayangnya, Lisa tidak sanggup menghasilkan banyak untung karena dianggap lebih mahal dari pesaingnya, yakni International Business Machines (IBM).

Di tahun yang sama, Apple Computer Company diperkirakan kehilangan setengah dari pangsa pasarnya ke IBM. Pada tahun berikutnya, Jobs kemudian memperkenalkan perangkat baru yang lebih revolusioner, yakni Macintosh.

Namun, meskipun dibanderol jauh lebih murah dari Lisa, penjualan Macintosh tak bisa dibilang baik. Perangkat-perangkat komputer Lisa dan Macintosh tak laku dan menumpuk di gudang sehingga membuat Apple merugi.

Gara-gara urusan Macintosh, Jobs terlibat pertengkaran dengan CEO Apple saat itu, John Sculley. Jobs akhirnya hengkang dari perusahaan yang didirikannya tersebut dan mendirikan perusahaan komputer baru bernama NeXT yang fokus pada segmen pendidikan dan bisnis.

Baca juga: Apple Hentikan Produksi Komputer iMac Pro

Meski sempat menerima sambutan positif, perangkat bikinan Next gagal di pasaran karena dianggap terlalu mahal dan memiliki keterbatasan seperti layar hitam-putih, tidak dapat dihubungkan ke perangkat lain, serta tidak bisa menjalankan aplikasi umum.

Menolak menyerah pada keadaan, Jobs mencoba kembali bangkit dengan mengakuisisi saham Pixar dari sutradara film George Lucas pada tahun 1986. Setelah dipegang Jobs, Pixar mulai berfokus pada animasi komputer.

Steve Jobs (kanan) mengenakan baju hangat berlogo NeXT ComputerGQ.COM Steve Jobs (kanan) mengenakan baju hangat berlogo NeXT Computer

Sembilan tahun kemudian, Pixar akhirnya resmi merilis film animasi berjudul Toy Story. Film feature length pertama yang sepenuhnya dibuat dengan animasi 3D ini berhasil meraih sukses besar.

Pixar kemudian mulai melanjutkan film selanjutnya dengan menggarap Toy Story 2 dan A Bug's Life. Keduanya didistribusikan oleh Disney dan Monsters, Inc.

Kembali ke Apple

Di tahun 1996, Apple membeli Next dengan mahar sebesar 400 juta dollar AS. Jobs kemudian kembali mengisi posisi di Apple sebagai konsultan paruh waktu hingga akhirnya diangkat menjadi CEO.

iMac original keluaran 1998, varian warna BlueberryApple iMac original keluaran 1998, varian warna Blueberry
Tahun 1997 menandaki kerja sama Apple dengan pesaing terbesarnya, Microsoft. Keduanya dianggap memiliki tujuan yang sama di bidang pemasaran dan teknologi.

Di tahun yang sama, Jobs mengumumkan Apple bakal menjual lamgsung komputer bikinannya ke pengguna menggunakan strategi pemasaran via internet dan telpon. Strategi tersebut terbukti sukses sehingga menghantarkan Jobs menjadi CEO sementara Apple.

Baca juga: MacBook Air M1 dan MacBook Pro M1 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harganya

Jobs kemudian mulai memperkenalkan iMac di tahun 1998 dengan harga yang relatif terjangkau. Selain murah, iMac banyak digandrungi karena mampu melakukan pemrosesan dalam kecepatan tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X