Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Pria Kehilangan Bitcoin Senilai Rp 7,7 Miliar gara-gara Elon Musk Palsu

Kompas.com - 24/03/2021, 08:30 WIB
Penulis Bill Clinten
|

 

KOMPAS.com - "Malam itu saya dibutakan oleh ketamakan," ujar Sebastian (bukan nama asli), seorang pria asal Kota Cologne, Jerman, yang kehilangan 10 koin Bitcoin (BTC), atau sekitar Rp 7,7 miliar usai ditipu oleh orang yang tak dikenal.

Penipu ini berhasil mengelabui Sebastian menggunakan sebuah akun Twitter yang menyamar sebagai pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk.

Melalui akun tersebut, sang penipu menggelar suatu acara berhadiah (giveaway), di mana tiap keping BTC (mulai dari 0,1 BTC hingga 20 BTC) yang dikirim, dijanjikan akan dilipatgandakan dalam beberapa menit.

Misalnya, apabila mengirimkan 1 BTC, maka akan mendapatkan 2 BTC, lalu apabila 5 BTC hadiah yang dijanjikan adalah 10 BTC, dan begitu seterusnya.

Giveaway ini digelar melalui sebuah situs web yang desainnya, menurut pria berumur 42 tahun ini, cukup meyakinkan.

Untuk memancing korban agar masuk ke dalam website tersebut, penipu alias scammer ini menggunakan akun Twitter yang terverifikasi.

Baca juga: Apa Itu Dogecoin, Mata Uang Kripto Lelucon yang Dipromosikan Elon Musk

Penipu menuliskan sebuah kicauan berisi tautan ke website tersebut. Kicauan itu ia unggah dengan membalas twit dari akun Elon Musk yang asli pada 22 Februari lalu yang berbunyi "Dojo 4 Doge".

"Ada tautan untuk suatu acara (giveaway) tepat di bawahnya (twit asli Musk), jadi saya klik saja tautan tersebut dan ternyata dia tengah memberikan Bitcoin secara cuma-cuma," kata Sebastian, dikutip KompasTekno dari BBC, Rabu (24/3/2021).

Percaya karena verifikasi biru

Ilustrasi akun Twitter yang menyamar sebagai Elon Musk.BBC Ilustrasi akun Twitter yang menyamar sebagai Elon Musk.
Sebastian sendiri mengaku yakni bahwa akun tersebut asli lantaran sudah dibekali dengan ikon "centang biru" alias verified. Artinya, akun yang ia lihat merupakan akun resmi yang bukan "kaleng-kaleng". 

Usut punya usut, akun ini ternyata merupakan milik pembawa acara televisi kenamaan asal AS, Josh McBride (@JoshyMcB) yang ternyata sempat diretas oleh seseorang selama dua hari.

Selain verified, Sebastian makin yakin bahwa akun tersebut merupakan akun asli milik Elon Musk karena melihat nama akun (display name) serta foto profil yang nyaris identik dengan akun asli Musk. Meski, handle akun tersebut masih bernama @JoshyMcB.

"Saya awalnya mengira ini sangat asli, jadi saya ingin melakukan upaya maksimal dan akhirnya mengirimkan 10 Bitcoin," ungkap Sebastian yang pertama kali berinvestasi Bitcoin pada 2017 lalu senilai 40.000 dolar AS.

Setelah menunggu beberapa menit, kepercayaan tersebut luntur. Sebab, hadiah yang dijanjikan tak kunjung datang.

"Saya akhirnya menyadari bahwa ini semua penipuan. Saya langsung lemas dan jantung saya langsung berdegup kencang," kata pria yang bekerja di industri teknologi tersebut.

Tidak tidur semalaman

Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUM Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.
Karena frustrasi, ayah dua anak ini mengaku tak tidur semalaman usai terkecoh oleh penipu Bitcoin yang menyamar menjadi Musk tersebut.

Ia lantas mencoba untuk mengirimkan e-mail ke situs penipuan tadi, sekaligus mengirimkan twit ke akun palsu Musk, tentunya dengan harapan Bitcoin yang hilang bisa datang kembali.

Namun, upayanya tidak membuahkan hasil dan seiring berjalannya waktu, ia pun harus rela 10 Bitcoin miliknya raib begitu saja dalam beberapa menit.

Sebastian berharap para otoritas terkait bisa mencegah penipuan semacam ini berkeliaran di internet. Sebab, modus penipuan macam ini, menurut dia, bisa dilakukan dengan cara yang cukup mudah.

Baca juga: Hacker Korea Utara Retas Uang Kripto untuk Danai Program Senjata Nuklir

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi pemilik mata uang kripto tersebut ketika mereka hendak menukarkannya dengan mata uang lain. Proses identifikasi ini bisa dilakukan oleh sejumlah platform penukaran mata uang kripto. 

Para platform ini juga disebut bisa melakukan proses identifikasi lebih lanjut apakah "dompet" yang dimiliki oleh orang yang ingin menukarkan mata uang kripto tersebut merupakan hasil curian atau bukan.

Terkait pencegahan, sejumlah perusahaan blockchain sendiri konon sudah menggaet sejumlah otoritas terkait untuk mencegah penipuan di industri kripto, seperti apa yang dialami oleh Sebastian. Namun hingga saat ini tampaknya belum ada solusi yang memuaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber BBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

Internet
5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK bagi Kehidupan Manusia

5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK bagi Kehidupan Manusia

Internet
Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Gadget
Apple Mulai Jual iPhone 13 'Refurbished', Harga Lebih Hemat

Apple Mulai Jual iPhone 13 "Refurbished", Harga Lebih Hemat

Gadget
Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

e-Business
Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim 'DM' ke Siapa Saja, Tak Harus Saling 'Follow'

Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim "DM" ke Siapa Saja, Tak Harus Saling "Follow"

Software
Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Hardware
TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

Internet
Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Gadget
Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Software
Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

e-Business
Perusahaan Software SAP PHK 3.000 Karyawan

Perusahaan Software SAP PHK 3.000 Karyawan

e-Business
Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

e-Business
Spesifikasi dan Harga Oppo Pad Air di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Oppo Pad Air di Indonesia

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.