Gatot Rahardjo
Pengamat Penerbangan

Pengamat penerbangan dan Analis independen bisnis penerbangan nasional

kolom

Ada Apa dengan Penerbangan Indonesia?

Kompas.com - 24/03/2021, 11:03 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kecelakaan yang terjadi pada pesawat kargo B737-400 Trigana Air di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu, 20 Maret 2021 menimbulkan pertanyaan besar terkait penerbangan nasional. Kejadian tersebut terjadi kurang dari 3 bulan sejak kecelakaan pesawat B737-500 Sriwijaya Air pada 9 Januari 2021 lalu. Ironisnya, kedua kecelakaan tersebut terjadi di sekitar ibukota negara, Jakarta.

Menurut ketentuan dalam Annex 13 Aircraft Accident and Incident Investigation dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) serta Civil Aviation Safety Regulation (CASR) RI part 830 sub part 830.2, definisi kecelakaan pesawat, di antaranya adalah: the aircraft sustains damage or structural failure which: a) adversely affects the structural strength, performance or flight characteristics of the aircraft, and b) would normally require major repair or replacement of the affected component.

Atau dengan kata lain, pesawat mengalami kerusakan berat yang berpengaruh pada struktur pesawat dan memerlukan perbaikan atau penggantian komponen yang banyak.

Baca juga: Link Download Laporan Awal Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Situs KNKT

B737-400 PK YSF Trigana Air mengalami total loss, tidak bisa diperbaiki sehingga untuk evakuasi pesawat harus dipotong-potong. Dengan demikian, PK-YSF bisa dikatakan mengalami kecelakaan (accident).

Selain dua kecelakaan itu, dalam tiga bulan pertama di tahun 2021 ini juga banyak terjadi kejadian dan kejadian serius di penerbangan.

Pada 17 Februari, Garuda Indonesia GA 642 mengalami rusak mesin saat terbang dari Makassar menuju Gorontalo sehingga harus kembali ke Makassar.

Anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Pada 6 Maret 2021, Batik Air ID-6803 rute Jambi-Jakarta mendadak harus Return To Base (RTB) ke Jambi karena roda depan pesawat bermasalah sehingga pesawat terhenti di tengah runway dan mengakibatkan bandara ditutup sementara.

Pada 8 Maret 2021, Batik Air ID-6561 rute Palu - Jakarta mengalami penundaan keberangkatan karena ditemukan garis yang melengkung pada permukaan lapisan kaca kokpit di bagian kiri.

Pada 12 Maret 2021, Citilink QG776 terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta sesaat setelah lepas landas karena ada gangguan tekanan udara di kabin.
Tanggal 20 Maret, Batik Air penerbangan ID-6561 dari Palu harus menunda lepas landas dan terpaksa Return To Apron (RTA) karena pilot menemukan ada komponen yang perlu pengecekan lebih lanjut.

Baca juga: Boeing Beri Peringatan ke Pilot Pasca Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

Kejadian-kejadian tersebut seperti mengingatkan pada kondisi di tahun 2007, di mana di awal tahun juga terjadi 2 kecelakaan pesawat dan beberapa kejadian lain. Kecelakaan pertama menimpa B737-400 PK-KKW Adam Air yang jatuh dan hilang di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007. Kemudian tanggal 7 maret 2007, B737-400 PK- GZC Garuda Indonesia tergelincir dn terbakar di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Akibat kejadian-kejadian tersebut, otoritas penerbangan Uni Eropa memasukkan Indonesia dalam UE Ban List pada Juli 2007. Artinya semua penerbangan Indonesia dilarang terbang di atas langit Eropa karena pemerintah Indonesia dianggap tidak dapat menjamin keselamatan penerbangan nasionalnya.

Setelah itu, keselamatan penerbangan Indonesia memang meluncur tajam ke bawah. FAA sebagai otoritas penerbangan AS juga memasukkan Indonesia dalam kategori 2 karena dianggap tidak bisa mematuhi dan melaksanakan aturan-aturan keselamatan penerbangan. Sedangkan dari hasil audit keselamatan USOAP ICAO pada tahun 2014, nilai Indonesia hanya 45%, meningkat sedikit pada tahun 2016 menjadi 51%. Tetapi masih di bawah rata-rata dunia yaitu 60%.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Harga iPhone Terbaru Desember 2022: iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, dan iPhone SE 3

Daftar Harga iPhone Terbaru Desember 2022: iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, dan iPhone SE 3

e-Business
Sempat Ditunda, Peluncuran Xiaomi 13 Jadi 11 Desember

Sempat Ditunda, Peluncuran Xiaomi 13 Jadi 11 Desember

Gadget
Foto 'OOTD' Pakai FlexCam Galaxy Z Flip 4 di HITC Jakarta, Gampang dan Tak Perlu Kamerawan

Foto "OOTD" Pakai FlexCam Galaxy Z Flip 4 di HITC Jakarta, Gampang dan Tak Perlu Kamerawan

Gadget
Chip Mediatek Dimensity 8200 Resmi Meluncur, Dukung Ray Tracing

Chip Mediatek Dimensity 8200 Resmi Meluncur, Dukung Ray Tracing

Hardware
Samsung Galaxy Z Flip 4 Juara buat Dibawa Nonton Konser

Samsung Galaxy Z Flip 4 Juara buat Dibawa Nonton Konser

Gadget
Intel Core i3 Gen 13 Meluncur Awal 2023, Mengapa Tak Berbarengan?

Intel Core i3 Gen 13 Meluncur Awal 2023, Mengapa Tak Berbarengan?

Hardware
[POPULER TEKNO] Pura-pura Hamil untuk Selundupkan Ratusan Chip dan iPhone | HP Baru dari Infinix dan iQoo | Internet 4G Vs 5G di Indonesia

[POPULER TEKNO] Pura-pura Hamil untuk Selundupkan Ratusan Chip dan iPhone | HP Baru dari Infinix dan iQoo | Internet 4G Vs 5G di Indonesia

Internet
15 Link Download Twibbon Hari Antikorupsi Sedunia 2022 dan Logonya

15 Link Download Twibbon Hari Antikorupsi Sedunia 2022 dan Logonya

Internet
Link Pendaftaran Volunteer Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dan Syaratnya

Link Pendaftaran Volunteer Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dan Syaratnya

e-Business
Google Gandeng AGI dan Unity untuk Latih Developer Game Indonesia

Google Gandeng AGI dan Unity untuk Latih Developer Game Indonesia

e-Business
Prisma Labs Tak Ingin Lensa AI Dipakai Bikin Foto Porno

Prisma Labs Tak Ingin Lensa AI Dipakai Bikin Foto Porno

Software
Tecno Phantom X2 dan Phantom X2 Pro Meluncur dengan Kamera Maju Mundur

Tecno Phantom X2 dan Phantom X2 Pro Meluncur dengan Kamera Maju Mundur

Gadget
Link Jadwal Lengkap Pertandingan Babak 8 Besar Piala Dunia 2022 Qatar

Link Jadwal Lengkap Pertandingan Babak 8 Besar Piala Dunia 2022 Qatar

Internet
Pengguna Apple Music Kini Bisa Putar Lagu Sambil Karaoke

Pengguna Apple Music Kini Bisa Putar Lagu Sambil Karaoke

Software
iQoo 11 Resmi, Flaghsip Pertama di Indonesia dengan Snapdragon 8 Gen 2

iQoo 11 Resmi, Flaghsip Pertama di Indonesia dengan Snapdragon 8 Gen 2

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.