Menengok Sejarah Microsoft, dari DOS hingga Windows dan Xbox

Kompas.com - 24/03/2021, 11:41 WIB
Microsoft Office quietpc.comMicrosoft Office
|
Editor Oik Yusuf

Windows 3.1 menjadi sistem operasi Windows pertama yang memperkenalkan beberapa fitur baru seperti program yang digunakan untuk mengorganisasi data, menyediakan pilihan jenis font, fitur screen saver, serta permainan Minesweeper dan Solitaire.

Pada Agustus 1995, Microsoft merilis Windows 95. Sistem operasi ini merupakan OS Windows versi keempat yang pertama kali memperkenalkan menu "Start" di taskbar, tombol minimize dan maximize, serta ikon tombol "X" untuk menutup jendela program.

Windows 95 juga telah mendukung koneksi internet, dial-up networking, Transmission Control Protocol (TCP), Internet Protocol (IP), browser web Internet Explorer 1.0, serta plug and play.

Baca juga: Cara Membersihkan Cache di Windows 10 agar Komputer Lebih Cepat

Windows versi kelima yang disebut Windows 98 resmi dirilis pada Juni 1998, kemudian disusul oleh Windows 98 Second Edition yang hadir pada Mei 1999. Setahun kemudian, munculah sistem operasi Windows 2000, lalu Windows XP pada 2001.

Windows Vista diperkenalkan pada 2006 dan segera digantikan oleh Windows 7 tahun 2009. Windows 8 diperkenalkan tahun 2012. Kemudian, versi terbaru, Windows 10, meluncur pada 2015. 

Masuk bisnis game dengan Xbox

Pada tahun yang sama dengan kemunculan Windows XP, Microsoft mengembangkan sayap ke bisnis video game lewat konsol buatannya sendiri, Xbox.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsol Xbox buatan Microsofttechradar.com Konsol Xbox buatan Microsoft

Konsol game ini ternyata mendapat sambutan baik di pasar dan berhasil menarik minat gamer sebagai alternatif konsol populer saat itu, PlayStation 2 dari Sony. Kemunculan Xbox disusul oleh layanan Xbox Live yang memungkinkan penggunanya bermain secara online.

Baca juga: Selisih Harga Rp 3 Juta, Ini Bedanya Xbox Series X dan Series S

Microsoft pun melanjutkan kiprahnya di dunia game dengan merilis konsol generasi kedua, Xbox 360, pada 2005 untuk bersaing dengan PlayStation 3 dan Nintendo Wii. Generasi ketiga, Xbox One, hadir pada 2013 dan menjadi rival berat PlayStation 4.

Generasi terbaru konsol game Microsoft adalah duo konsol Xbox Series X dan Series X yang baru dirilis tahun 2020 lalu.

Selain konsol, Microsoft juga merilis alat pengontrol berbasis gerak yang diberi nama Kinect. Alat yang diperkenalkan pada 2010 lalu ini memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan bermain game melalui gerakan tubuh.

Baca juga: Resmi Diakuisisi Microsoft, Game Bethesda Akan Eksklusif untuk Xbox

Perusahaan ini turut mengembangkan bisnis dari segi software game, seperti lewat pembelian Minecraft pada 2014. Terakhir, Microsoft mengakuisisi ZeniMax Media, perusahaan induk sejumlah developer game seperti Bethesda, id Software, dan Tango Gameworks.

Gagal merambah smartphone

Microsoft mulai berkiprah di ranah mobile lewat sistem operasi Windows CE yang dirilis untuk komputer genggam pada 1996. OS ini berevolusi menjadi Windows Mobile yang banyak digunakan di produk pocket PC dan PDA.

Di era smartphone, Microsoft menjagokan Windows Phone dan lini ponsel Lumia yang diakuisisi dari Nokia pada 2014. Sistem operasi ini sempat digadang-gadang bakal menjadi rival berat Android dan iOS.

Nokia Lumia 930 dengan sistem operasi Windows Phone 8.1Nokia Nokia Lumia 930 dengan sistem operasi Windows Phone 8.1

Sayang, WIndows Phone kalah bersaing. Pengembangan versi terakhirnya, Windows 10 Mobile, dihentikan pada 2019. Begitu juga dengan lini smartphone Lumia. Microsoft pun gagal masuk ke ranah smartphone dan beralih mengembangkan software untuk Android dan iOS.

Baca juga: Mantan Pegawai Ungkap Sebab Kegagalan Nokia Windows Phone

Kendati demikian, Microsoft masih memiliki lini tablet dan ultrabook Surface yang terbilang sukses. Alih-alih Windows Phone, Surface yang kini terdiri dari aneka model menjalankan sistem operasi Windows 10 reguler, versi x86 dan ARM.

Kini Microsoft merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 14.391 triliun. Kantornya cabangnya ada 100 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tampuk kepemimpinannya kini tak lagi berada di tangan Bill Gates, melainkan sudah beralih ke Satya Nadella, setelah sebelumnya mampir ke Steve Ballmer. Gates sendiri sekarang fokus dalam kegiatan amal bersama dengan istrinya, Melinda.


Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.