Setahun WFH, Karyawan Kantor Pusat Microsoft "Ngantor" Lagi Minggu Depan

Kompas.com - 25/03/2021, 10:00 WIB
Kantor Microsoft bbc.comKantor Microsoft

KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bulan Maret 2020, banyak perusahaan teknologi di Silicon Valey memberlakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Salah satunya adalah Microsoft, yang menerapkan WFH sejak bulan Mei 2020. Kini, seiring vaksinasi yang sudah mulai dilakukan beberapa negara, Microsoft kembali membuka kantor bagi karyawannya mulai Senin pekan depan (29/3).

Eksekutif Wakil Presiden Microsoft, Kurt DelBene dalam blog resmi Microsoft mengundang para karyawan untuk kembali berkantor di markas besar Microsoft di Redmond, Washington, AS.

Baca juga: Menengok Sejarah Microsoft, dari DOS hingga Windows dan Xbox

"Kami telah memantau data otoritas kesehatan lokal dan memutuskan bahwa kampus (kantor) bisa mengakomodasi lebih banyak karyawan dengan aman, tapi tetap menjaga batas kapasitas negara bagian Washington," tulis DelBene.

Pengumuman ini bersifat opsional. Artinya, karyawan boleh memilih apakah ingin kembali ke kantor atau melanjutkan WFH atau memadukan keduanya alias bekerja secara hybrid.

Bulan Oktober lalu, Microsoft mengumumkan bahwa karyawanya boleh bekerja dari rumah secara permanen atas persetujuan manajer. Microsoft menyadari keadaan perkantoran nanti akan berbeda dengan sebelum diberlakukannya WFH.

DelBene mengatakan, akan ada sedikit penyesuaian yang dibuat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti aturan jaga jarak dan standar lain sesuai otoritas kesehatan lokal.

Selain itu, karyawan dan staf eksternal akan dibekali perlengkapan penunjang kebersihan, seperti tisu disinfektan dan face shield ketika masuk area kantor. Beberapa area juga dibatasi kapasitasnya, seperti ruang konferensi, kantin, dan layanan transportasi.

Baca juga: Microsoft Ingin Beli Discord Rp 142 Triliun

"Kami berkomitmen untuk memberikan ruang yang bisa mengantisipasi berbagai cara yang dibutuhkan tim untuk bekerja sama, sambil memberikan fleksibilitas dan ketangkasan yang kami butuhkan," tulis DelBene.

Meskipun sudah kembali mengajak karyawan untuk berkantor, Microsoft mengatakan akan tetap menunjang produktivitas bagi karyawan yang memilih WFH.

"Mendukung produktivitas jarak jauh tetap akan diperlukan yang akan melibatkan alat kolaborasi baru, menguatkan infrastruktur cloud dan cara berpikir baru tentang keamanan jaringan," tulis DelBene.

DelBene juga mengatakan bahwa sistem kerja hybrid yang memadukan WFH dan berkantor, punya tantangan tersendiri. Salah satunya adalah bagaimana bisa memastikan seluruh karyawan ikut terlibat, terlepas apa peran dan di mana lokasinya berada.

Baca juga: WFH Bikin Generasi Z Lebih Stres Bekerja, Menurut Survei Microsoft

Dirangkum KompasTekno dari Gadgets Now, Kamis (25/3/2021), Microsoft saat ini memiliki asekitar 160.000 karyawan yang tersebar di 21 negara di seluruh dunia. Belum diketahui apakah kantor Microsoft di negara lain, akan menetapkan aturan yang sama atau tidak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X