Moonton Dibeli TikTok, Bagaimana Nasib Game Mobile Legends?

Kompas.com - 26/03/2021, 16:18 WIB
Konfigurasi grafik smooth pada game Mobile Legends KOMPAS.com/Kevin Rizky PratamaKonfigurasi grafik smooth pada game Mobile Legends
Penulis Oik Yusuf
|


KOMPAS.com - Beredar kabar bahwa Moonton dibeli oleh TikTok. Pengembang game Mobile Legends itu memang akan diakuisisi oleh ByteDance, selaku perusahaan induk TikTok, melalui unit usahanya yang bergerak di bisnis game, Nuverse.

Mobile Legends besutan Moonton merupakan game populer di Asia Tenggara. Di Indonesia, Mobile Legends menduduki urutan pertama game mobile terpopuler berdasarkan jumlah pemain, menurut data Hootshuite dan We Are Social yang dirilis beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Dia 10 Game Mobile Terpopuler di Indonesia

Bagaimana dengan kelanjutan game Mobile Legends pasca Montoon dibeli TikTok ? Untuk sementara waktu, para pemain agaknya bisa bernafas lega.

Pasalnya dalam sebuah memo internal yang dibocorkan oleh sumber anonim, CEO Moonton, Yuan Jing kabarnya mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan tetap beroperasi secara independen setelah diakuisisi.

Mobile Legends pun kemungkinan akan terus dikembangkan di waktu mendatang, meski rencana ByteDance terhadap game ini masih belum diketahui.

Yang jelas, Mobile Legends akan menjadi salah satu 'arsenal' Bytedance dalam melebarkan sayapnya ke industri game melalui Nuverse.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Hero Mobile Legends yang Jadi Andalan Peserta MPL ID Season 7

Perusahaan ini akan berhadapaan dengan Tencent, perusahaan video game dan media sosial terbesar di China yang jjuga memiliki sejumlah judul game populer seperti Honor of Kings dan League of Legends.

Moonton sendiri didirikan oleh mantan karyawan Tencent. Sebelum setuju diakuisisi pemilik TikTok, Moonton kabarnya sempat ditawar oleh Tencent, tapi tawaran itu kemudian disamai oleh Bytedance.

Nilai akuisisi Moonton oleh TikTok tidak disebutkan. Namun, menurut sumber yang berbicara kepada Reuters, angkanya diperkirakan mencapai kisaran 4 milliar dollar AS (sekitar Rp 57,4 triliun), sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (26/3/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X