Warganet Diminta Tak Sebarkan Foto dan Video Bom Makassar, Ini Alasannya

Kompas.com - 28/03/2021, 16:25 WIB
Ilustrasi Social Media User Social Media TodayIlustrasi Social Media User
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait insiden ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi menerangkan bahwa konten sensitif dimaksud adalah foto dan video yang menggambarkan muatan kekerasan, seperti yang menampilkan korban maupun hal-hal lain yang bersangkutan dengan itu.

Sebab, menurut penjelasan Dedy kepada Kompas.com, hal tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan dinilai tidak pantas untuk diperlihatkan kepada khalayak publik.

"Kominfo berharap ruang digital seperti media sosial maupun aplikasi pesan singkat tidak digunakan untuk penyebarluasan konten-konten tersebut," ujar Dedy.

Baca juga: Teror Bom Munculkan Hoaks dan Ujaran Kebencian, Laporkan ke Sini!

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengutarakan imbauan yang sama. Menurut dia, menyebarkan gambar-gambar ke media sosial adalah bagian dari upaya pelemahan, sehingga warganet diminta bijak dalam membagikan gambar.

"Mari kita sama-sama membantu dengan tidak membagikan video yang melemahkan kita sendiri," kata walikota yang sering disapa Danny ini kepada KompasTV, Minggu (28/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami meminta warga kepada warga untuk tetap tenang dan serahkan prosesnya kepada aparat keamanan," imbuhnya.

Di media sosial Twitter, imbauan untuk tidak menyebarluaskan video maupun foto terkait kejadian aksi ledakan bom di Gereja Katerdal Makassar juga ramai disuarakan. Misalnya oleh akun milik Duta Damai Regional Sulawesi Selatan.

Selain meminta masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau video terkait bom Makassar, Kominfo juga mengecam aksi terorisme baik yang terjadi di ruang fisik maupun digital.

"Kominfo meyakini bahwa aktivitas terorisme di ruang fisik maupun ruang digital tidak dapat ditoleransi, dan harus diantisipasi dengan kerja bersama dari seluruh komponen bangsa," ujar juru bicara Kominfo Dedy Permadi.

Baca juga: Mengapa Teroris Suka Pakai Media Sosial?

Ledakan di Gereja Katedral yang berlokasi di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terjadi pagi tadi pukul 10.30 WITA. Sumber ledakan diduga adalah bom bunuh diri.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam, mengatakan bahwa dalam insiden tersebut ada sembilan orang yang mengalami luka-luka, yakni lima petugas gereja dan empat jemaat Gereja Katedral. Selain itu ditemukan jasad yang diduga merupakan pelaku pengeboman.

"Saat ini yang dapat kita pastikan, ada satu jasad yang diduga pelaku bom bunuh diri di lokasi kejadian," kata Merdisyam kepada KompasTV.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.