Terusan Suez Macet, Harga Barang Elektronik Makin Mahal?

Kompas.com - 29/03/2021, 06:26 WIB
Foto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal kargo MV Ever Given masih terjebak diagonal di Terusan Suez, dekat Suez, Mesir, pada Jumat (26/3/2021). Akibat Terusan Suez macet, lebih dari 200 kapal antre masuk dan beberapa di antaranya mulai berputar mengubah rute. ©MAXAR TECHNOLOGIES via APFoto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal kargo MV Ever Given masih terjebak diagonal di Terusan Suez, dekat Suez, Mesir, pada Jumat (26/3/2021). Akibat Terusan Suez macet, lebih dari 200 kapal antre masuk dan beberapa di antaranya mulai berputar mengubah rute.

KOMPAS.com - Analis dari Marketwatch telah memperkirakan bahwa kondisi kelangkaan pasokan chipset akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2021 ini.

Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang membuat pabrikan chip mengurangi produksi atau bahkan menghentikan operasionalnya.

Kini, kelangkaan chipset di dunia juga diprediksi akan lebih parah dengan macetnya Terusan Suez. Kapal kontainer raksasa Ever Given masih membuat Terusan Suez macet hingga Senin (29/3/2021).

Baca juga: Terusan Suez Macet, Pantau Pergerakan Kapal dengan Aplikasi Ini

Kapal yang memiliki ukuran panjang 400 meter dan lebar 59 meter dengan bobot 200.000 ton itu tersangkut di kedua sisi kanal dan membuat aktivitas lalu lintas perdagangan internasional macet hingga kini.

Secara tidak langsung, hal ini turut berimbas pada kelangkaan pasokan chipset elektronik yang tersedia di pasaran.

Meski sebagian besar produsen chip kerap mengapalkan komponen chip bikinan mereka melalui jalur udara, namun ada beberapa komponen chip yang masih tetap dikirimkan lewat jalur laut.

Analis pasar dari firma riset Gartner, Alan Priestley menilai bahwa insiden yang terjadi di Terusan Suez lebih memengaruhi pada proses perakitan bahan baku chipset, bukan proses pengiriman chip yang sudah jadi.

Baca juga: Stok Chip Langka, Perangkat Xiaomi Bakal Naik Harga?

Sementara itu, Pengacara Kargo Laut, Ian Woods mengatakan bahwa keterlambatan ini turut berimbas pada harga chip dunia. Sebab semakin lama terjadinya penundaan, maka semakin tinggi pula harga produksi chip, yang nantinya juga bisa dibebankan ke konsumen.

Dengan meningkatnya biaya produksi chip, maka hal ini diprediksi bakal memengaruhi harga perangkat elektronik yang dijual di pasar, atau dengan kata lain harga produk elektronik akan semakin mahal.

Kenaikan harga chip ini turut dipengaruhi oleh besarnya biaya bahan bakar yang diperlukan, apabila kapal yang mengantar komponen chip, mencoba untuk beralih lewat rute lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X