Profil Mark Zuckerberg, Si Raja Medsos Pendiri Facebook

Kompas.com - 29/03/2021, 19:02 WIB
Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017). Paul Marotta / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017).

KOMPAS.com - Mark Zuckerberg. Salah satu petinggi teknologi yang cukup fenomenal di dunia. Di usianya yang masing terbilang muda, Zuck ibarat sudah menjadi raja medsos yang menguasai tiga jejaring sosial terpopuler, yakni Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Bermula dari mendirikan Facebook di tahun 2004, kerajaan jejaring sosial Zuck kian menggurita. Di tahun 2012, Facebook Inc mengakuisisi Instagram kemudian mencaplok WhatsApp di tahun 2014.

Hari ini, Facebook, Instagram, dan WhatsApp masing-masing memiliki ratusan juta hingga milaran pengguna di seluruh dunia. Terlepas dari bisnisnya, sosok Zuck sendiri cukup menarik perhatian.

Baca juga: Menyoal Akuisisi WhatsApp dan Instagram oleh Facebook pada 2014

Pria yang biasa tampi dengan kaus abu-abu polos dan celana jeans ini terlihat sederhana meskipun bergelimang harta. Lantas, seperti apa sosok Mark Zuckerberg dan bagaimana ia memulai kerajaan jejaring sosial Facebook Inc.?

Belajar programming dari ayah

Mark Elliot Zuckerberg atau yang lebih dikenal denngan Mark Zuckerberg, lahir di White Plains, New York, Amerika Serkat, 14 Mei 1984. Zuck dibesarkan di sebuah desa bernama Dobbs Ferry bersama kedua orang tuanya Edward Zcukerberg dan Karen.

Ayahnya adalah dokter gigi yang membuka klinik di rumah, sementara sang Ibu adalah seorang psikiater. Zuck merupakan anak pertama dan memiliki tiga adik, yakni Randi, Donna, dan Arielle.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di lingkungan sosial, keluarga Zuck tergolong keluarga yang cukup sejahtera dan berpendidikan.

Kecintaannya terhadap dunia programming dimulai sekitar tahun 1990-an. Saat itu, ayah Zuck mengajarinya ATARI BASIC Programming saat usia Zuck masih 11 tahun.

Melihat minat putranya terhadap komputer, Edward kemudian memanggil guru privat bernama David Newman, seorang pengembang software, untuk mengajari Zuck sekali seminggu di rumah mereka.

Baca juga: Terungkap, Karakter Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg dalam Memimpin Perusahaan

Kemampuan Zuck kian berkembang. Di usia 12 atau 13 tahun, dia membuat sebuah program perpesanan menggunakan Atari BASIC bernama "Zucknet".

Program itu lalu digunakan ayahnya di klinik giginya. Dengan Zucknet, resepsionis bisa menginformasikan jika ada pasien baru tanpa harus teriak memanggil dokter.

Zucknet juga digunakan oleh keluarga Zuckerberg untuk saling berkomunikasi satu sama lain.
Tidak cuma program perpesanan. Zuck mengaku di usia belia, dia pernah membuat game komputer untuk bersenang-senang bersama kawan-kawannya.

"Saya punya banyak teman seniman. Mereka main ke rumah, menggambar, dan saya akan membuat game dari situ," ujar Zuckerbrg dalam sebuah wawancara.

Beken di SMA

Semasa sekolah menengah, Zuck pindahArdsley High School ke sekolah persiapan khusus Phillip Exeter Academy, salah satu sekolah unggulan di New York.

Menurut pengakuan beberapa teman dekat Zuck di masa SMA, dia bukan kutu buku, melainkan cukup beken di sekolah.

Ia unggul di beberapa bidang eksakta seperti matematika, astronomi, fisika, dan bisang sastra terutama Yunani. Dalam aplikasi saat mendaftar perguruan tinggi, Zuck mengklaim menguasai bahasa Perancis, Hebrew, Latin, dan Yunani kuno.

Baca juga: Ini Ponsel yang Dipakai Mark Zuckerberg Sekarang, Bukan iPhone

Zuck juga menjadi kapten tim anggar di sekolahnya saat itu. Saat SMA, Zuck pernah bekerja di sebuah perusahaan bernama Intelligent Media Group untuk membuat sebuah software musik yang kemudian diberi nama Synapse Media Player.

Software tersebut menggunakan machine learning untuk membaca perilaku penggunanya. Synapse Media Player kemudan diunggah ke sebuah situs bernama Slashdot dan mendapat peringkat 3 dri 5 oleh majalah teknologi PC Magazine.

Ternyata, Synapse menarik perhatian perusahaan teknologi besar seperti AOL dan Microsoft.
Mereka tertarik untuk membeli software itu dan menawari Zuck untuk bergabung sebelum lulus sekolah. Namun, tawaran ini ditolak oleh Zuckerberg.

Sering bikin software di kampus

Mark Zuckerberg di asrama kampus Harvard pada 2005Wikipedia Mark Zuckerberg di asrama kampus Harvard pada 2005
Setelah lulus SMA di tahun 2002, Zuck melanjutkan studi strata satunya di Harvard University mengambil jurusan psikologi dan ilmu komputer. Di bangku kuliah, Zuck terus mengeksplorasi kemampuannya di bidang software.

Dia ikut membangun reputasinya sebagai pengembang software di kampus. Di awal kuliah, Zuck membuat sebuah program bernama CourseMatch.

Halaman:


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.