Waspada "Mata-mata" Mengintai di Balik Update Sistem Android

Kompas.com - 30/03/2021, 06:29 WIB
Ilustrasi malware di Android. IstIlustrasi malware di Android.

KOMPAS.com - Baru-baru ini, tim peneliti dari perusahaan keamanan Zimperium menemukan ancaman serangan program jahat mata-mata (spyware) yang menyamar sebagai update ponsel Android, atau Android System Update.

Jika melihat pesan tersebut, waspada, sebab belum tentu pesan tersebut berasal dari Google. Jika "update" palsu itu terlanjur dijalankan, maka spyware akan menyusup ke perangkat dan mengambil sejumlah data.

Data-data yang dikumpulkan antara lain data pesan, daftar kontak, merekam panggilan telepon, serta mengakses galeri di ponsel.

Baca juga: Pengguna Android Harus Waspada, Ada Malware Disebar lewat WhatsApp

Data korban yang berhasil dikumpulkan nantinya akan dipindahkan dari perangkat Android ke dalam server Command and Control (C&C).

Menurut Zimperium, spyware yang menyaru sebagai Android System Update ini beredar melalui toko aplikasi pihak ketiga, bukan dari toko aplikasi resmi Android, Google Play Store.

Spyware ini diklaim mampu merekam panggilan telepon yang sedang berlangsung, kemudian mengekspor file rekaman tersebut ke dalam format ZIP, lalu mengunggahnya ke server pengendali (C&C) sang malware.

"Spyware ini tidak menggunakan data yang dikumpulkannya itu dalam jangka waktu tertentu," kata Zimperium.

Misalnya, data lokasi yang dikumpulkan (baik dari GPS atau jaringan seluler) jika berumur lebih dari lima menit, maka spyware akan mengoleksi data lain yang lebih baru.

Baca juga: Apa Itu Malware dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Spyware ini juga diprogram untuk segera menghapus file tambahan yang dibuat dalam ponsel, begitu proses upload data ke server selesai. Hal ini dilakukan agar keberadaannya di ponsel tidak gampang terdeteksi.

Untuk mencegah malware ini berjalan di ponsel Android, pengguna sebaiknya menghindari sideloading aplikasi dari situs-situs atau sumber yang meragukan.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tech Radar, Selasa (30/3/2021), pengguna juga bisa memanfaatkan aplikasi antivirus untuk mencegah aplikasi berbahaya yang mengandung malware atau program jahat lainnya.



Sumber Tech Radar
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X