Startup Asal Indonesia Paling Dilirik Investor Sepanjang 2020

Kompas.com - 30/03/2021, 08:28 WIB
Ilustrasi Startup SHUTTERSTOCKIlustrasi Startup

KOMPAS.com - Pandemi covid-19 membuat hampir semua sektor industri di berbagai kawasan kewalahan. Namun, di Asia Tenggara, industri teknologi tampaknya masih memikat para investor dibanding kawasan negara berkembang lainnya.

Menurut laporan firma riset Cento Ventures, perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara mendapat suntikan dana sebesar 8,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 118 triliun (kurs Rp 14.400) sepanjang 2020.

Pada paruh pertama tahun lalu, tercatat sebesar 5,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 85 triliun) disuntikkan para investor ke startup Asia Tenggara. Kemudian pada semester dua, modal sebesar 2,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 33,1 triliun) digelontorkan.

Baca juga: Ketika Startup Indonesia Jadi Idaman Perusahaan Teknologi Amerika

Angka tersebut sejatinya turun 3,5 persen dari 2019. Meski demikian, penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan investasi di wilayah India yang turun sebesar 31 persen dan Afrika sebesar 38 persen.

Dari total kucuran dana tersebut, startup asal Indonesia menjadi yang paling banyak mendapat investasi.

Persentasenya sekitar 70 persen dari total modal yang diinvestasikan di Asia Tenggara sepanjang 2020. Indonesia jauh mengungguli negara tetangga lain, termasuk Singapura yang meraup kurang dari 20 persen dari total modal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Investasi start up di Asia Tenggara sepanjang tahun 2020 menurut laporan Cento VenturesCento Ventures/Bloomberg Investasi start up di Asia Tenggara sepanjang tahun 2020 menurut laporan Cento Ventures
Indonesia dan Singapura menjadi dua negara yang paling banyak mendapat kucuran dana dari investor dengan total persentase 65 persen. Di Asia Tenggara, banyak perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi finansial (fintech) dan transportasi online.

"Tahun 2020 memberikan alasan kuat untuk menilai kembali bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan fungsi utama kehidupan bermasyarakat," kata Dmitry Levit, mitra dari Cento, dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (30/3/2021).

Menurut Levit, investasi untuk transformasi digital di sektor retail, makanan, dan layanan finansial serta logistik akan terus meningkat. .

Menurut catatan Cento Ventures, hampir separuh dari pendanaan modal startup di Asia Tenggara, mengalir ke Grab Holdings Inc, Gojek, Bukalapak, dan Traveloka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X