Sindikat Penjual "Cheat" Video Game Terbesar di Dunia Diringkus Polisi

Kompas.com - 04/04/2021, 08:01 WIB
ilustrasi hacker shutterstockilustrasi hacker

KOMPAS.com - Bersama dengan pengembang game Tencent, tim Kepolisian China berhasil meringkus sindikat penjual cheat atau kode curang untuk video game terbesar di dunia.

Organisasi bernama Chicken Drumstick itu ditangkap lantaran telah membuat serta menjual cheat berbahaya untuk sejumlah game populer, seperti Overwatch dan Call of Duty Mobile.

Chicken Drumstick dinilai sebagai penjual cheat terbesar di dunia karena memiliki cakupan pelanggan yang luas, hingga mencapai ratusan negara.

Dalam memperdagangkan kdde curang buatannya, organisasi yang bermarkas di kota Kunshan, China, ini menerapkan sistem berlangganan untuk para pelanggan.

Baca juga: PUBG Mobile Ungkap Cheat yang Dipakai 1 Juta Pemain Curang

Pengguna yang ingin mendapatkan cheat harus membayar biaya berlangganan sebesar 10 dollar AS (sekitar Rp 145.000) per hari hingga 200 dollar AS (sekitar Rp 2,9 juta) setiap bulannya.

Dengan perbuatan ilegal tersebut, Chicken Drumstick berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar 76,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,1 triliun (kurs Rp 14.572).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan laporan media setempat, tim Kepolisian China telah menangkap 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya juga ikut memusnahkan 17 jenis cheat selama proses penangkapan berlangsung.

Tim Kepolisian China sedang menangkap sindikat penjual cheat Chicken Drumstick yang berlokasi di kota Kunshan, China.BBC/Jiangsu TV Tim Kepolisian China sedang menangkap sindikat penjual cheat Chicken Drumstick yang berlokasi di kota Kunshan, China.

Dihimpun KompasTekno dari BBC, Minggu (4/4/2021), tim Kepolisian China turut menyita aset senilai 46 juta dollar AS (sekitar Rp 670 miliar) beserta sejumlah kendaraan mewah.

Penangkapan Chicken Drumstick dinilai menjadi bukti keseriusan Tencent dalam memberatas penyebaran cheat. Pasalnya, perusahaan asal China ini mengaku kerap dirugikan oleh banyaknya cheater yang berseliweran di beberapa game besutannya, termasuk PUBG.

Pada pertengahan lalu, Tencent dilaporkan telah memblokir permanen lebih dari 1,1 juta pemain PUBG Mobile yang kedapatan menggunakan cheat.

Baca juga: PUBG Mobile Punya Mekanisme Anti-Cheat Baru

Pada 2018 lalu, sebanyak 141 pemain asal China ditangkap lantaran membuat, menjual serta menggunakan cheat berbahaya saat bermain game Player Unknown's Battleground (PUBG).

Mereka ditangkap karena selain berbuat curang, para hacker ini menyisipkan virus berbahaya yang bisa mencuri data pengguna lain dalam software cheat tersebut.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.