Hacker Jual Ribuan Rekaman Video dari Kamera Pengawas

Kompas.com - 05/04/2021, 08:10 WIB
Hacker China meretas puluhan ribu dari kamera keamanan rumah dan menjualnya secara online. South China Morning Post/ SCMPHacker China meretas puluhan ribu dari kamera keamanan rumah dan menjualnya secara online.

Harga yang ditawarkan dari layanan ini juga beragam tergantung seberapa banyak akses ke kamera keamanan di rumah dan hotel yang diinginkan. Misalnya, pelanggan harus membayar 258 Yuan (sekitar Rp 571.000) apabila ingin melihat rekaman video secara real-time di 20 hotel dan 20 rumah.

Laporan investigasi Henan TV juga mengungkapkan ada hacker yang kemudian merekrut anggota untuk menjual puluhan ribu video yang ia miliki.

Bisnis hacker dan para agennya ini bermarkas di platform perpesanan instan milik Tencent, QQ. Hacker ini akan menyebarkan video lewat ruang obrolan grup, kemudian anggota VIP di dalamnya akan menjual video tersebut ke jaringan mereka masing-masing.

Baca juga: Daftar Aplikasi untuk Menyulap Ponsel Android Lawas Jadi Kamera CCTV

Melalui ruang obrolan grup QQ, hacker yang juga tak disebutkan identitasnya ini mengaku sudah membagikan 8.000 dari puluhan ribu rekaman video yag dimilikinya dalam kurun waktu 20 hari pada Februari lalu.

"Saya memiliki begitu banyak klip video sehingga Anda tidak dapat menyelesaikan semuanya dalam waktu enam bulan meskipun Anda menontonnya selama 24 jam sehari," kata hacker tersebut.

Puluhan ribu video tersebut didapatkan dari rekaman kamera di seluruh negeri China, terutama di provinsi Guangdong, Hunan, dan Hubei sebagai sumber utama.

Hal ini dimungkinkan karena hacker ini juga memiliki agen yang bertugas memasang kamera tersembunyi di berbagai lokasi.

"Saya memiliki selusin orang yang akan bepergian ke seluruh negeri dan memasang kamera ke mana pun mereka pergi," ungkap hacker, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SCMP, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Akun WhatsApp Kena Hack? Begini Cara Lapornya

Bisnis ilegal dan bisa dipidana

Seorang pengacara dari firma hukum Shanghai Hiways, Zhang Tao mengatakan bahwa kegiatan mencuri dan menjual video rekaman dari security camera merupakan industri ilegal.

"Selain itu juga merupakan tindak pidana berdasarkan undang-undang yang ada," kata Zhang Tao.

Ia melanjutkan, berdasarkan UU yang berlaku di China, jika seseorang memasang kamera tersembunyi, biasanya akan berujung pada hukuman administratif saja. "Tapi bisa dipidana jika foto atau videonya dijual atau dibagikan," lanjut Zhang Tao.

Apabila rekaman video yang dibagikan atau dijual memuat tindakan seksual, maka pelaku akan dianggap menyebarkan konten pornografi dan dihukum penjara hingga dua tahun.

Zhang Tao melanjutkan, untuk pelaku yang meretas akses ke sistem kamera rumah dan komputer lalu mencuri datanya, dapat menghadapi hukuman bui hingga tujuh tahun.

Halaman:


Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X