Hacker Jual Ribuan Rekaman Video dari Kamera Pengawas

Kompas.com - 05/04/2021, 08:10 WIB
ilustrasi hacker shutterstockilustrasi hacker

KOMPAS.com - Hacker asal China dilaporkan telah mencuri ratusan ribu video dari security camera yang terpasang di properti pribadi (termasuk rumah, hotel, homestay, hingga salon kecantikan) yang tersebar di seluruh wilayah China.

Peretas tersebut kemudian menjual video-video yang didapat secara online melalui media sosial sebagai "paket video rumahan" dengan harga yang bervariasi.

Hal ini terkuak dari sebuah laporan investigasi yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi China, Henan Television, baru-baru ini.

Henan TV melaporkan bahwa rekaman video yang dijual oleh hacker tersebut berasal dari kamera rumahan yang digunakan untuk tujuan keamanan.

Selain itu ada juga video dari kamera yang memang sengaja dipasang secara diam-diam di hotel, kamar pas (fitting room), hingga salon kecantikan.

Video-video yang dijual secara online menampilkan sejumlah aktivitas yang terjadi di lokasi pemasangan kamera, termasuk aktivitas seksual hingga aktivitas normal ketika seseorang tengah berlibur.

Baca juga: 5 Kamera Pengawas yang Bisa Dikendalikan dari Smartphone

Sudah jadi ladang bisnis

Hacker yang tidak diungkap namanya ini mengaku menjual rekaman tersebut dengan harga yang berbeda-beda, tergantung seberapa menariknya video tersebut.

Misalnya, video yang melibatkan adegan seksual atau ketelanjangan (nudity), masing-masing dihargai 50 Yuan atau sekitar Rp 110.000.

Tak hanya menjual video secara online, hacker ini juga diketahui menyediakan layanan menonton rekaman video dari security camera secara langsung alias real-time. Nantinya, pelanggan akan diberikan ID dan kata sandi kamera yang terpasang di sejumlah hotel dan rumah.

Harga yang ditawarkan dari layanan ini juga beragam tergantung seberapa banyak akses ke kamera keamanan di rumah dan hotel yang diinginkan. Misalnya, pelanggan harus membayar 258 Yuan (sekitar Rp 571.000) apabila ingin melihat rekaman video secara real-time di 20 hotel dan 20 rumah.

Hacker China meretas puluhan ribu dari kamera keamanan rumah dan menjualnya secara online.South China Morning Post/ SCMP Hacker China meretas puluhan ribu dari kamera keamanan rumah dan menjualnya secara online.
Laporan investigasi Henan TV juga mengungkapkan ada hacker yang kemudian merekrut anggota untuk menjual puluhan ribu video yang ia miliki.

Bisnis hacker dan para agennya ini bermarkas di platform perpesanan instan milik Tencent, QQ. Hacker ini akan menyebarkan video lewat ruang obrolan grup, kemudian anggota VIP di dalamnya akan menjual video tersebut ke jaringan mereka masing-masing.

Baca juga: Daftar Aplikasi untuk Menyulap Ponsel Android Lawas Jadi Kamera CCTV

Melalui ruang obrolan grup QQ, hacker yang juga tak disebutkan identitasnya ini mengaku sudah membagikan 8.000 dari puluhan ribu rekaman video yag dimilikinya dalam kurun waktu 20 hari pada Februari lalu.

"Saya memiliki begitu banyak klip video sehingga Anda tidak dapat menyelesaikan semuanya dalam waktu enam bulan meskipun Anda menontonnya selama 24 jam sehari," kata hacker tersebut.

Puluhan ribu video tersebut didapatkan dari rekaman kamera di seluruh negeri China, terutama di provinsi Guangdong, Hunan, dan Hubei sebagai sumber utama.

Hal ini dimungkinkan karena hacker ini juga memiliki agen yang bertugas memasang kamera tersembunyi di berbagai lokasi.

"Saya memiliki selusin orang yang akan bepergian ke seluruh negeri dan memasang kamera ke mana pun mereka pergi," ungkap hacker, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SCMP, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Akun WhatsApp Kena Hack? Begini Cara Lapornya

Bisnis ilegal dan bisa dipidana

Seorang pengacara dari firma hukum Shanghai Hiways, Zhang Tao mengatakan bahwa kegiatan mencuri dan menjual video rekaman dari security camera merupakan industri ilegal.

"Selain itu juga merupakan tindak pidana berdasarkan undang-undang yang ada," kata Zhang Tao.

Ia melanjutkan, berdasarkan UU yang berlaku di China, jika seseorang memasang kamera tersembunyi, biasanya akan berujung pada hukuman administratif saja. "Tapi bisa dipidana jika foto atau videonya dijual atau dibagikan," lanjut Zhang Tao.

Apabila rekaman video yang dibagikan atau dijual memuat tindakan seksual, maka pelaku akan dianggap menyebarkan konten pornografi dan dihukum penjara hingga dua tahun.

Zhang Tao melanjutkan, untuk pelaku yang meretas akses ke sistem kamera rumah dan komputer lalu mencuri datanya, dapat menghadapi hukuman bui hingga tujuh tahun.



Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X