Harga Smartphone Naik dan Laptop Langka, Ini Biang Keladinya

Kompas.com - 05/04/2021, 09:01 WIB
Ilustrasi chip. REUTERS/Thomas WhiteIlustrasi chip.

Perusahaan semikonduktor AS memang menyumbang 47 persen dari penjualan chip global, namun hanya 12 persen dari produksi global dilakukan di AS.

Bahkan produsen chip raksasa asal AS, Qualcomm juga diketahui membuat chip menggunakan berbagai komponen dari pabrikan semikonduktor seperti China’s Semiconductor Manufacturing International Corporation dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.

Qualcomm sendiri dikabarkan kesulitan memasok chip Snapdragon ke para vendor rekanannya karena angka permintaan yang lebih tinggi ketimbang pasokan yang dimiliki oleh perusahaan. 

Baca juga: Prediksi Foxconn soal Kelangkaan Pasokan Chip di Dunia

Kurangnya investasi pada bisnis semikonduktor

Fenomena stok chip global langka ini juga akhirnya mengungkap kerentanan rantai pasokan semikonduktor di AS dan China.

Pemerintah AS mencoba mengatasi ini dengan menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) bernama Endless Frontier Act. Melalui RUU ini, pemerintah akan menambah rencana pendanaan darurat untuk bisnis semikonduktor AS.

Presiden AS Joe Biden dilaporkan menyiapkan dana 37 miliar dollar AS (sekitar Rp 537,9 triliun) guna meningkatkan produksi chip di negara tersebut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (5/4/2021).

Kelangkaan chip tak hanya melanda AS, melainkan China juga. Beberapa vendor smartphone China harus beralih ke perusahaan semikonduktor Taiwan untuk mendapatkan pasokan chip guna melengkapi perangkat-perangkat mereka.

Baca juga: Stok Chip Langka, Perangkat Xiaomi Bakal Naik Harga?

Merespons kelangkaan chip ini, vendor smartphone asal China, seperti ZTE, Huawei, Xiaomi dan 85 perusahaan teknologi lainnya, akhirnya membuat konsorsium baru untuk mempromosikan pembuatan chip dalam negeri.

Konsorsium chip ini akan menjadi tempat koordinasi industri-industri semikonduktor China, termasuk meningkatkan standar produk, mengembangkan teknologi, melakukan penelitian, dan sebagainya.

Pemerintah China sendiri juga telah menawarkan beragam subsidi undtuk industri chip dalam negeri dengan tujuan mengurangi ketergantungannya pada teknologi dari luar negeri.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X