Pendinginan Server Microsoft, Dulu Air Laut Kini Jajal Metode Penambang Kripto

Kompas.com - 07/04/2021, 20:02 WIB
Sejumlah rak server Microsoft didinginkan dengan cara direndam dalam cairan berbasis fluorokarbon. Microsoft via The VergeSejumlah rak server Microsoft didinginkan dengan cara direndam dalam cairan berbasis fluorokarbon.

“Tujuan kami adalah mencapai nol penggunaan air. Itu metrik kami, jadi itulah yang sedang kami upayakan," ungkap Belady.

Baca juga: Penampakan Warnet yang Banting Setir Jadi Penambang Cryptocurrency

Terinspirasi dari penambang bitcoin

Usut punya usut, ternyata, metode pendinginan dalam cairan fluorokarbon yang dilakukan oleh Microsoft ini terinspirasi dari para penambang bitcoin (cryptominers).

Dalam beberapa tahun terakhir, jenis pendingin cair ini telah digunakan oleh para cryptominer untuk menambang bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Belady mengungkapkan bahwa, penggunaan cairan fluorokarbon untuk mendinginkan server ini dilakukan secara bertahap.

Pada fase pertama, Microsoft hanya menguji coba cairan pendingin ini pada sebagian rak server miliknya yang memiliki beban kerja yang kecil.

Pada fase ini, Microsoft mempelajari sejumlah hal, misalnya implikasi keandalan dari pendinginan baru ini dan jenis beban kerja burst apa yang dapat membantu untuk permintaan cloud dan AI dari perusahaan. Ke depannya, uji coba akan melibatkan rak server yang lebih banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami memiliki pendekatan bertahap, dan fase berikutnya segera dengan banyak rak," kata Belady.

Belady berharap pihaknya dapat melihat keandalan yang lebih baik pada server miliknya yang didinginkan dengan metode imersi dua fase.

Baca juga: Tingkat Kesopanan Orang Indonesia di Internet Paling Buruk Se-Asia Tenggara

Pusat data milik Microsoft diangkut ke daratanbbc.com Pusat data milik Microsoft diangkut ke daratan

Gagal di Laut

Sebelumnya, pada 2018, Microsoft juga sudah sempat menguji coba mendinginkan server miliknya dengan cara direndam di bawah air laut.

Ketika itu, Microsoft menenggelamkan 12 rak dengan 864 server dan penyimpanan berkapasitas 27,6 petabytes di pesisir laut Orkney, Skotlandia, sebagai bagian dari Project Natick fase kedua.

Baca juga: Dua Tahun Microsoft Riset Taruh Server di Bawah Laut, Ini Temuan Mereka

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.