Facebook Sengaja Tidak Memperingatkan Pengguna yang Datanya Bocor

Kompas.com - 08/04/2021, 17:58 WIB

Klaim ini menuai kritik karena sebagian data tersebut tetap valid, misalnya informasi e-mail dan nomor telepon, sehingga masih berbahaya karena bisa digunakan aktor kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Baca juga: Data 533 Juta Penggunanya Bocor, Ini Penjelasan Facebook

Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Kamis (8/4/2021), Komisi Data pribadi Irlandia selaku regulator utama Uni Eropa untuk Facebook mengatakan telah menghubungi pihak Facebook terkait kasus kebocoran data yang terjadi baru-baru ini.

Komisi sempat mengaku tidak menerima tanggapan yang proaktif dari Facebook, namun skedua pihak sedang berkomunikasi tentang hal ini. Juru bicara Facebook menolak berkomentar tentang apa yang dikomunikasikan antara Facebook dan regulator.

Facebook hanya mengatakan mereka telah menghubungi dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh regulator. Facebook sendiri telah lama diawasi Komisi Perdagangan Federal AS setelah beberapa kali terjadi kasus penyalahgunaan data pengguna.

Tahun 2019 lalu, Facebook setuju untuk membayar denda 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 70 triliun terkait kasus penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga, yakni Cambridge Analytica.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X