Kompas.com - 12/04/2021, 08:35 WIB

Sayangnya, laporan IAB tidak menyiarkan secara gamblang berapa pangsa pasar dari masing-masing pemain besar peraup iklan digital tersebut.

Namun untuk gambaran, laporan eMarketer menyebutkan bahwa Google menguasai 28,9 persen pangsa pasar iklan digital untuk tahun 2020.

Sedangkan Facebook dan Amazon, masing-masing menguasai 25,2 persen dan 10 persen pangsa pasar.

Baca juga: Pemilik Website Harap Bersiap, Chrome Mulai Blokir Iklan yang Bikin Lemot

Iklan media sosial sumbang 30 persen

Dari pendapatan iklan digital AS yang mencapai Rp 2.030 triliun, laporan IAB mengungkapkan 30 persen di antaranya berasal dari iklan di media sosial, yang mana pendapatannya mencapai 41,5 miliar dollar AS (kira-kira Rp 602 triliun) pada 2020.

Untuk iklan digital dalam bentuk video, dilaporkan mengalami pertumbuhan 20,6 persen secara tahun-ke-tahun. Iklan video digital ini menyumbang sekitar 18,7 persen dari total pendapatan iklan digital AS tahun 2020.

IAB juga melihat adanya peningkatan dari programatic ads, yakni sebesar 24,9 persen dengan total 14,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 206 triliun) pada 2020.

Terkait programatic ads ini, IAB dalam laporannya mempertanyakan, apakah perubahan kebijakan privasi di iOS 14 pada perangkat Apple dan rencana penghentian cookie pihak ketiga oleh Google akan memengaruhi pertumbuhan sektor iklan digital terprogram di masa mendatang.

Baca juga: Iklan Google Akan Berhenti Mengintip Riwayat Browsing Pengguna

IAB mengatakan, untuk saat ini, perubahan kebijakan pada Apple dan Google itu belum akan memberikan dampak langsung.

“Daripada dampak langsung yang segera dan signifikan dengan segera, perubahan kebijakan pada periklanan dan pelacakan ini akan dirasakan seiring berjalannya waktu," tulis IAB dalam laporannya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Senin (12/4/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.