1,3 Juta Data Pengguna Clubhouse Dilaporkan Bocor, Ini Kata CEO Clubhouse

Kompas.com - 12/04/2021, 14:16 WIB

Sementara Facebook, memiliki tanggapan sedikit berbeda. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu mengatakan bahwa data yang tersebar adalah "data lama" yang diperoleh dari celah keamanan tahun 2019 lalu.

Baca juga: Data 500 Juta Pengguna LinkedIn Bocor, Dijual Mulai Rp 30.000

Kesamaan dari ketiga kasus kebocoran data pengguna Facebook, LinkedIn, dan Clubhouse adalah menggunakan metode web scraping.

Metode ini mengandalkan software otomatis untuk mengekstrasi informasi publik yang diperoleh secara massal, kemudian data didistribusikan di forum online.

Meski merupakan informasi publik, data-data tersebut sejatinya bisa menjadi bahaya di tangan yang salah. Misalnya, e-mail yang bocor bisa menjadi sasaran phishing dan penipuan.

Kemudian akun media sosial yang bersifat publik bisa juga menjadi target rekayasa sosial yang merugikan pengguna.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X