Facebook Uji Coba Tandai Konten Berbau Satire dengan Label Khusus

Kompas.com - 13/04/2021, 10:09 WIB
ilustrasi Facebook 9to5Mac.comilustrasi Facebook

KOMPAS.com - Facebook belakangan ini tampak tengah berupaya meredam hoaks dan misinformasi di platform-nya. Beberapa waktu lalu, Facebook memperkenalkan fitur "Why am I seeing this" agar pengguna tahu konteks utama yang menjadi alasan mengapa pengguna melihat unggahan tertentu.

Kini, Facebook diketahui tengah menguji coba label "Satire Pages" atau "halaman satire". Sesuai dengan namanya, label tersebut digunakan untuk memberi tanda bahwa konten atau halaman yang tengah dibaca oleh pengguna berisi satire.

Satir sendiri merupakan konten yang dibuat untuk menyatakan sindiran atau ejekan terhadap suatu kondisi atau kepada seseorang. Biasanya dikemas dengan unsur parodi, ironi, bahkan sarkasme.

Sayangnya, sejumlah pengguna Facebook menganggap informasi dalam unggahan satire sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.

Baca juga: Facebook Umumkan Perubahan Besar pada Kolom Komentar dan News Feed

Dalam sebuah kicauan di Twitter, Facebook mengatakan bahwa label halaman satire yang ini diharapkan dapat membantu para pengguna memahami dari siapa sebenarnya konten di News Feed mereka berasal.

Selain itu, menurut keterangan pada label "Satire Pages", unggahan dari halaman tersebut dapat muncul dengan sangat mirip dari postingan public figure atau sumber berita konvensional yang ada di News Feed Facebook.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Halaman satire dapat memberi label 'Satire Pages' pada halaman mereka sendiri untuk membantu menghindari kebingungan ini," tulis Facebook.

Tampilan label Satire Pages yang diuji coba Facebook terbatas di wilayah AS.Twitter/fbnewsroom Tampilan label Satire Pages yang diuji coba Facebook terbatas di wilayah AS.

Ketika akun satire ini muncul di News Feed, pengguna bisa melihat label "halaman satire"

tepat di bawah nama Facebook Pages, seperti pada gambar di samping ini.

Ketika label diklik, pengguna juga diberikan informasi terkait informasi apa itu halaman satir dan mengapa akun tersebut dilabeli sebagai halaman satire, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Community, Senin (12/4/2021).

Selain label "satire pages", Facebook juga mengumumkan secara bertahap mulai menerapkan label lainnya pada Facebook pages di News Feed, termasuk label "public official" dan "fan page".

"Mulai hari ini di AS, kami menguji cara untuk memberikan lebih banyak konteks kepada orang-orang tentang Halaman yang mereka lihat. Sehingga orang-orang dapat lebih memahami dari siapa mereka berasal," kicau Facebook melalui akun dengan handle @fbnewsroom.

Uji coba penyematan label pada Facebook pages di News Feed ini baru terbatas dilakukan di wilyah Amerika Serikat. Belum ada informasi lebih lanjut kapan Facebook akan memperluas uji coba ini atau bahkan meluncurkannya untuk wilayah lainnya.

Baca juga: Facebook Siapkan Instagram Khusus untuk Anak-anak

 Menambahkan konteks

Facebook menyediakan konteks mengapa pengguna melihat postingan tertentu di News Feed miliknya.Facebook Facebook menyediakan konteks mengapa pengguna melihat postingan tertentu di News Feed miliknya.
Untuk menambahkan konteks bagi penggunanya, pada akhir Maret 2021 lalu, Facebook juga mengumumkan telah menambahkan opsi "Why am I seeing this" atau "Mengapa saya melihat ini" di News Feed.

Terutama pada unggahan milik teman, grup, atau Facebook Pages yang tidak diikuti pengguna atau yang disarankan oleh Facebook.

Dengan mengetuk postingan tersebut, nantinya ada jendela yang muncul dan memberikan penjelasan mengapa pengguna melihat unggahan tersebut.

Facebook mengungkapkan ada tiga konteks mengapa pengguna melihat unggahan tertentu di News Feed Facebook miliknya, misalnya karena karena keterlibatan terkait (menyukai posting sebelumnya), topik terkait (menyukai topik), atau berdasarkan lokasi pengguna.

Bersamaan dengan pengumuman opsi, Facebook juga mengumumkan fitur
"Who can comment your post" dan fitur tab "filter feed".

Kedua fitur tersebut dapat digunakan oleh pengguna untuk mengatur dan mengontrol kolom komentar dan News Feed miliknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.