Dompet Mata Uang Kripto Coinbase Resmi Melantai di Bursa Saham

Kompas.com - 15/04/2021, 10:31 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency nytimes.comIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency

KOMPAS.com - Dompet digital sekaligus platform untuk bertukar mata uang kripto, Coinbase, resmi melantai di bursa saham. Coinbase menjadi platform cryptocurrency pertama yang resmi mencatatkan diri ke bursa saham AS di Nasdaq dengan kode COIN.

Pendaftaran ke bursa saham dilakukan secara langsung, bukan melalui IPO konvensional.

Artinya, saham Coinbase dijual langsung ke pasar tanpa perantara (underwriters), lebih tepatnya saham ditawarkan ke para karyawan dan pemegang saham yang sudah ada saat ini.

Sementara IPO, biasanya membutuhkan peran underwriters untuk menentukan harga sebelum dilempar ke pasar.

Cara ini juga pernah ditempuh oleh Spotify. CEO dan co-founder Coinbase Brian Armstrong sendiri memegang 39,6 juta lembar saham.

Harga saham Coinbase dibuka pada angka 381 dollar AS per saham atau sekitar Rp 5,5 juta (kurs Rp 14.600).

Baca juga: Gojek, Tokopedia dkk Dirayu agar Melantai di Bursa Saham Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harganya sempat menyentuh angka 429 dollar AS (sekitar Rp 6,2 juta), namun kemudian kembali turun hingga sempat berada di posisi 310 dollar AS (sekitar Rp 4,5 juta).

Meskipun turun, nilai saham Coinbase tetap berada di atas harga referensi yang ditetapkan oleh Nasdaq, yakni 250 dollar AS (sekitar Rp 3,6 juta). Pada penutupan hari Rabu, saham Coinbase mencapai 328,28 dollar AS (sekitar Rp 4,8 juta).

Dengan harga tersebut, nilai kapitalisasi pasar Coinbase tercatat mencapai 85,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.250 triliun.

Coinbase sendiri didirikan tahun 2012 lalu yang tujuan awalnya adalah untuk memudahkan pembelian bitcoin. Namun lambat laun, Coinbase tidak hanya digunakan sebagai dompet digital dan penukaran mata uang Bitcoin saja, namun juga mata uang kripto lainnya seperti Ethereum.

Coinbase kini tercatat memiilki 56 juta pengguna, naik dari angka 43 juta di akhir 2020, dan 32 juta dari 2019. Pada 2018 lalu, nilai valuasi Coinbase mencapai 8 miliar dollar AS.

Coinbase melantai di bursa saham di saat jumlah uang tunai yang mengalir ke cryptocurrency mulai meningkat. Di sisi lain, beberapa startup juga mulai melakukan IPO dalam enam bulan terakhir, seperti Snowflake, Doordash, Roblox, dan Airbnb.

Baca juga: Kupinang Engkau dengan Bitcoin, Cerita Wanita Sulsel Dilamar Pakai Bitcoin Rp 1,6 Miliar

Sebelum melantai di bursa saham AS, Coinbase mengumumkan laporan keuangan kuartal I-2021 yang mencapai 1,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 26 triliun, naik sembilan kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan bersih diklaim naik dari 32 juta dollar AS (sekitar Rp 467 miliar) ke kisaran 730 juta dollar AS (Rp 10,6 triliun) hingga 800 juta dollar AS (sekitar Rp 11,6 triliun).

Jumlah transaksi pengguna bulanan juga disebut meningkat dari 2,8 juta ke 6,1 juta dalam waktu tiga bulan. Pada 2020, pendapatan Coinbase tercatat mencapai 1,28 miliar dollar AS (sekitar Rp 18,7 triliun) sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Kamis (15/4/2021).

Sebagian besar transaksi Coinbase adalah pembelian Bitcoin dan Ethereum, yang memecahkan rekor kenaikan yakni masing-masing lebih dari 800 persen dan 1.300 persen dalam setahun terakhir.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.