Geser Oppo, Vivo Rajai Pasar Smartphone China

Kompas.com - 15/04/2021, 13:07 WIB
Ilustrasi Vivo V20 SE. VivoIlustrasi Vivo V20 SE.

KOMPAS.com - Perusahaan smartphone asal China, Vivo, menguasai pasar smartphone di negaranya sendiri setelah berhasil menggeser Oppo. Hal tersebut ditunjukkan oleh laporan terbaru dari firma riset Counterpoint untuk bulan Maret atau minggu ke-13 tahun 2021.

Menurut laporan yang dihitung sejak 15 Februari - 28 Maret 2021 tersebut, Vivo mengukuhkan posisinya sebagai raja smartphone di China dengan pangsa pasar 24 persen. Pangsa pasar Vivo naik 4 persen dari bulan Januari 2021.

Sebanyak 76 persen dari total penjualan ponsel Vivo di bulan Februari 2021 disumbang oleh perangkat yang memiliki fitur 5G. Angka tersebut meningkat tajam dari tahun 2019 lalu yang hanya mencatatkan angka 0,5 persen.

Baca juga: Vivo X60 dan X60 Pro Resmi Dirilis di Indonesia, Ini Harganya

Adapun model yang banyak diminati pasar adalah Vivo seri NEX, X, S, dan Y. Seri NEX dan X sendiri masuk jajaran flagship yang mengunggulkan sektor kamera dengan kolaborasi bersama perusahaan lensa dan kamera Zeiss asal Jerman.

Sementara, seri S dan Y Vivo merupakan smartphone untuk segmen entry-level dan mid-range.

Pasar smartphone di China periode 15 Februari-28 Maret 2021 versi Counterpoint.Counterpoint via Gizmo China Pasar smartphone di China periode 15 Februari-28 Maret 2021 versi Counterpoint.

Oppo yang pada bulan Januari lalu sempat menduduki peringkat pertama kini ada di urutan kedua dengan persentase pangsa pasar sebesar 21 persen. Urutan ketigha ditempati oleh Huawei yang merengkuh 15 persen pangsa pasar di China.

Perlu ditambahkan bahwa dalam laporan ini Counterpoint menggabungkan pangsa pasar Vivo dan sub-brand iQoo yang khusus dijual secara online di China, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmo China, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Unboxing dan Kesan Pertama Menggenggam Oppo A54

Sedangkan, Oppo dihitung sendiri tanpa menggabungkan Realme. Begitu pula dengan Huawei yang tidak lagi dihitung bersama dengan Honor seperti laporan bulan Januari lalu, karena kini Honor sudah bukan lagi milik Huawei.

Akhir tahun 2020 lalu, Huawei mengumumkan menjual bisnis Honor ke Shenzhen Zhinxin New Information, sebuah konsorium yang beranggotakan lebih dari 30 agen dan distributor."Kue" yang ditinggalkan Huawei itupun menjadi rebutan pesaingnya untuk mengambil alih pasar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X