Nama Perusahaan yang Membantu FBI Meretas iPhone Akhirnya Terungkap

Kompas.com - 17/04/2021, 18:02 WIB
ilustrasi Apple reuters.comilustrasi Apple

KOMPAS.com - Pada 2016, Biro Investigasi Federal (FBI) diketahui telah berhasil membobol iPhone 5C milik salah seorang pelaku penembakan massal di San Bernardino, California, AS berkat bantuan pihak ketiga.

FBI harus meminta bantuan pihak ketiga lantaran Apple selaku produsen iPhone menolak untuk membantu FBI membuka kunci keamanan pada iPhone 5C tersebut.

Alhasil, FBI harus merogok kocek hingga lebih dari 1,3 juta dollar AS (sekitar Rp 18,9 miliar) untuk meretas iPhone itu, kata mantan Direktur FBI, Jamesa Comey, pada April 2016.

Baca juga: FBI Frustrasi Bongkar iPhone Teroris, Biangnya Coba 10 Kali

Selama lima tahun terakhir, identitas perusahaan yang membantu FBI meretas iPhone 5C dirahasiakan. Namun, setelah bertahun-tahun, nama perusahaan tersebut akhirnya terungkap ke publik.

Ternyata, perusahaan dibalik keberhasilan FBI mendapatkan akses kepada informasi di iPhone 5C tersebut ialah Azimuth Security. Azimuth adalah sebuah perusahaan information security kecil asal Australia. 

FBI membutuhkan bantuan Azimuth lantaran iPhone 5C itu menjalankan sistem operasi baru Apple, iOS 9. Ketika itu, salah satu fitur yang disematkan Apple pada iOS 9 adalah peningkatan kemanan perangkat, tujuannya untuk melindungi data pelanggan.

Di masa lalu, FBI dapat menggunakan sebuah software untuk menebak dengan cepat setiap kemungkinan kombinasi angka untuk kode sandi empat digit (passcode) dan hanya butuh waktu 25 menit.

Namun, iPhone 5C disebutkan memiliki fitur yang dapat menghapus data dari perangkat jika passcode yang salah dimasukkan lebih dari 10 kali. Alhasil, FBI kesulitan dan mencari bantuan ke pihak lain, Azimuth.

Baca juga: FBI Berhasil Bobol Kunci Keamanan iPhone

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, dibutuhkan dua orang hacker Azimuth untuk meretas iPhone 5C tersebut. 

Keputusan FBI untuk meretas iPhone 5C ini sempat memantik perseteruan antara FBI dan Apple. Selain itu, keberhasilan FBI dalam mengakses data di iPhone juga menimbulkan beberapa kekhawatiran tentang keamanan perangkat Apple.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X