Profil Jack Ma, Pendiri Marketplace Alibaba yang Ternyata Gaptek

Kompas.com - Diperbarui 28/08/2021, 20:43 WIB

Akhirnya, Ma bertekad untuk membuat perusahaan internet pertama di China. Padahal Ma sendiri juga sebenarnya gaptek.  Dia tak bisa mengoperasikan komputer, apalagi soal menulis kode untuk membangun situs.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang komputer. Yang saya tahu tentang komputer adalah cara mengirim dan menerima e-mail, serta browsing," ungkap Ma pada 2014 silam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Forbes.

Saat kembali dari perjalanannya ke AS, Ma berhenti menjadi guru dan meluncurkan Chinapages.com, sebuah perusahaan yang membantu membuatkan situs web untuk perusahaan China.

Namun umur China Pages tak berlangsung lama karena ketika itu internet memang masih berupa barang baru di China.

Pendirian Alibaba dan asal namanya

Tak menyerah, Ma bertekad untuk mencoba membuat bisnis internet lainnya. Pada 1999, demam internet mulai melanda pusat bursa Wall Street di AS.

Di sini Ma melihat adanya peluang dan masa depan bagi bisnis internet. Akhirnya ia memanggil 17 orang teman ke apartemennya untuk mendirikan situs jual-beli online yang kemudian ia namai sebagai Alibaba.com ini.

Potret Jack Ma beserta temannya di awal berdirinya Alibaba.com.HYSTA via Business Insider Potret Jack Ma beserta temannya di awal berdirinya Alibaba.com.
Seluruh temannya yang hadir ketika itu "dipalak" untuk membantu dirinya mendanai situs tersebut. “Hari itu saya berbicara seperti orang gila,” kenang Ma bercanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lalu aku berkata, 'Taruh uangmu di atas meja'. Kami mendapatkan 60.000 dollar AS ketika itu. Itu adalah putaran pendanaan kami yang pertama," kata Ma, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Senin (19/4/2021).

Ma menggunakan nama Alibaba karena terinspirasi dari kisah Ali Baba and the Forty Thieves yang mendunia. Hal ini karena ketika Ma pergi ke AS, setiap orang yang ia tanya tahu tentang kisah Ali Baba ini.

Baca juga: Alibaba Bangun Data Center ke-3 di Indonesia 2021

"Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?" tanya Ma kepada sekitar 30 orang. "Open Sesame" menjadi jawaban yang paling banyak didapatkan Ma.

Di kisah tersebut, "open sesame" jadi kata-kata ajaib yang membawa Ali Baba -sang tokoh utama dalam cerita- akhirnya bisa masuk ke gua yang penuh dengan harta karun.

Agaknya Ma juga ingin situs marketplace yang ia luncurkan bisa mendunia dan membuat siapapun di dalamnya menemukan harta karun.

"Nama Alibaba juga mudah dieja dan terkenal secara global. Jadilah nama, Alibaba - pembuka akses tanpa batas ("open sesame") untuk perusahaan kecil dan menengah," pungkas Ma.

Pada Februari 1999, Ma akhirnya meluncurkan situs marketplace Alibaba.com. Situs ini khusus melayani transaksi jual-beli antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya (business-to-business/B2B).

Untuk bisa menggunakan domain Alibaba.com, Ma harus merogoh kocek hingga 4.000 dollar AS. Visi utama Ma saat itu ialah dirinya ingin membangun ekosistem e-commerce yag memungkinkan pelanggannya bisa melakukan semua aspek bisnis secara online.

"Saya ingin menciptakan satu juta pekerjaan, mengubah lingkungan sosial dan ekonomi China, dan menjadikannya sebagai pasar Internet terbesar di dunia," ungkap Ma.

Jadi miliarder

Jack Ma pendiri Alibaba.Andrew Burton/Getty Images Jack Ma pendiri Alibaba.

Setelah enam bulan diluncurkan, Alibaba berhasil menerima investasi senilai 25 juta dollar dari bank investasi AS Goldman Sachs dan perusahaan telekomunikasi Jepang, SoftBank. Pada 2005, Yahoo juga ikut menginvestasikan dana senilai 1 miliar dollar AS ke Alibaba.

Seiring berjalannya waktu, bisnis Alibaba tumbuh besar dan semakin menggurita. Pada 2001, Alibaba meluncurkan situs belanja online, Taobao, hingga situs retail T-mall.

Bisnis Alibaba Group juga akhirnya merambah ke luar platform jual-beli online dengan masuk ke bisnis komputasi awan (Alibaba Cloud), ekspedisi (AliExpress), pembayaran digital (Ant Group-AliPay), produksi film (Alibaba Pictures), hingga media (South China Morning Post).

Pada 2014, Alibaba melantai di bursa New York Stock Exchange (NYSE), AS, dengan kode BABA. Ketika itu, penawaran umum perdana Alibaba berhasil mengumpulkan dana senilai 25 miliar dollar AS.

Baca juga: Alibaba Gandeng Dua Universitas untuk Pelatihan Cloud di Indonesia

Dengan nilai tersebut, IPO Alibaba disebut-sebut sebagai penawaran umum perdana terbesar sepanjang sejarah bursa NYSE.

IPO itu juga akhirnya menjadikan Ma sebagai salah satu miliarder dunia dan orang terkaya di China. Setelah IPO, perkiraan kekayaan Ma ditaksir mencapai 20,5 miliar dollar AS menurut Investopedia.

Menurut data di situs The Real Billionaires Forbes, kini Ma masih berada di posisi ke-25 sebagai orang paling tajir se-dunia, dengan total kekayaan bersih mencapai 48,9 miliar dollar AS (kira-kira Rp 713,5 triliun).

Sedangkan, nilai kapitalisasi Alibaba saat ini tercatat diangka 645,8 miliar dollar AS atau setara Rp 9.423 triliun, per 16 April 2021 menurut data di situs MacroTrends.

Kunci sukses Alibaba

Ilustrasi Jack Ma.Shu Zhang/Reuters Ilustrasi Jack Ma.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.