Profil Jack Ma, Pendiri Marketplace Alibaba yang Ternyata Gaptek

Kompas.com - Diperbarui 28/08/2021, 20:43 WIB
Ilustrasi Jack Ma, pendiri Alibaba Group. Samad/AFP/Getty ImagesIlustrasi Jack Ma, pendiri Alibaba Group.

KOMPAS.com - "Jika kamu tidak menyerah, kamu masih punya kesempatan. Menyerah adalah kegagalan terbesar," ujar Jack Ma suatu ketika. Pria ini dikenal sebagai pendiri raksasa e-commerce China, Alibaba.

Kisah hidup Ma adalah cerita Zero to Hero.  Dia berasal dari keluarga tidak mampu, tak punya koneksi, bahkan gagap teknologi alias gaptek, tapi berhasil mendirikan startup  besar dan menjadi miliarder.

Dalam menjalani kehidupan dan berbisnis, Ma sudah akrab dengan penolakan dan kegagalan. Namun, ada beberapa prinsip yang senantiasa digenggamnya erat-erat, yakni pantang menyerah, bermimpi besar, dan bekerja keras.

"Saya pikir semua orang bisa sukses jika Anda benar-benar berusaha keras," ujar Ma, ketika menghadiri konferensi Viva Tech di Paris, pada 2019 silam.

Diberi nama oleh turis

Jack Ma lahir di Kota Hangzhou, China, pada 10 September 1964. Ma dibesarkan dalam keluarga yang terbilang kurang mampu secara finansial. Keluarganya hanya bergantung pada tunjangan pensiunan bulanan yang didapatkan sang ayah.

Baca juga: Drama Jack Ma, Kritik Pemerintah, Diisukan Tewas, hingga Muncul di Video 50 Detik

Dalam urusan pendidikan, Ma juga mengalami kesulitan. Ia sendiri menceritakan pernah gagal sebanyak dua kali dalam tes di sekolah dasar dan tiga kali gagal dalam tes kenaikan sekolah menengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi Jack Ma kecil.crocodileintheyangtze.com Ilustrasi Jack Ma kecil.
Pemilik nama asli Ma Yun ini tidak menyerah dengan situasinya. Mata pelajaran Matematika jadi salah satu kelemahannya. Namun lain cerita soal bahasa.

Sejak umur 12 tahun, Ma sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap bahasa Inggris.

Karena keinginannya belajar bahasa Inggris, selama sembilan tahun, Ma yang tinggal di Kota Hangzhou rela memacu sepedanya sejauh 27 kilometer ke pusat kota untuk bertemu turis luar negeri.

Ia akan menawarkan diri menjadi pemandu wisata (tourguide) bagi para turis asing. Sebagai gantinya, para turis tersebut mengajarkannya bahasa Inggris.

Menariknya, gara-gara sering bertemu dengan turis, Ma diberikan nama panggilan "Jack" oleh salah seorang turis yang kemudian menjadi sahabat penanya.

Karena turis tersebutlah, Ma akhirnya lebih populer dikenal sebagai Jack Ma. Padahal sebenarnya Jack Ma lahir dengan nama asli Ma Yun.

Alasan di balik pemberian nama panggilan "Jack" pada Ma ialah karena sahabat penanya itu sulit mengeja nama Ma yang notabene menggunakan bahasa Mandarin.

Sering gagal dan ditolak, tapi tak menyerah

Karena kegemarannya pada bahasa Inggris pula, Ma juga akhirnya berkeinginan masuk kuliah di jurusan bahasa Inggris. Namun, lagi-lagi ia harus menghadapi kegagalan.

Ma gagal dalam ujian masuk Hangzhou Teachers College sebanyak dua kali. Untungnya, dalam ujiannya yang ketiga kalinya, Ma berhasil masuk ke perguruan tinggi kejuruan tersebut dengan jurusan pendidikan bahasa Inggris.

Dia lulus dari Hangzhou Teachers College pada 1988 dan berniat melanjutkan pendidikan ke Universitas Harvard yang merupakan salah satu kampus paling bergengsi di dunia. Ma mendaftar ke Harvard sampai 10 kali, sayang semuanya ditolak. 

Baca juga: Jack Ma Berubah Pikiran soal Persaingan Manusia dan Robot

Ma pun melamar kerja di berbagai tempat dan profesi. Mulai dari menjadi petugas polisi, pegawai KFC, hingga pelayan di restoran hotel bintang lima. Jumlah pekerjaan yang dilamar ketika itu diceritakan mencapai 30, lagi-lagi tak ada yang tembus.

"Saya bahkan melamar di KFC. Saat itu ada 24 orang yang melamar. Dua puluh tiga diterima. Saya adalah satu-satunya pelamar yang ditolak," ungkap Ma.

Meski sering ditolak, tetap saja Ma merasa sedih tiap mendapat penolakan. Tapi dia maju terus.  "Tentu saja, Anda tidak senang ketika orang mengatakan 'tidak'. Jadi coba tidur dulu, bangun, dan coba lagi. Jangan pernah menyarah," kata Ma.

Baru kenal internet setelah ditodong pistol

 Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China.KOMPAS.com/YOGA SUKMANA Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China.

Setelah berbagai penolakan, Ma akhirnya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di salah satu universitas lokal. Profesi ini dia jalani selama lima tahun, sebelum mulaiu terjun ke dunia bisnis.

Pada 1994, Ma mencoba peruntungan membangun sebuah agensi penerjemahan bernama Hangzhou Haibo Translation Agency.

Kemudian pada 1995, Ma punya kesempatan untuk berkunjung ke Amerika Serikat. Bukan untuk jalan-jalan, melainkan membantu salah satu perusahaan China menagih hutang pada seorang pebisnis AS.

Di sinilah awal mula titik balik kehidupan Ma. Misi menagih hutang tersebut gagal total.  Pebisnis AS itu tak mau membayar hutang dan malah menodongkan pistol serta mengurung Ma di dalam rumah selama dua hari.

Setelah kejadian mencekam itu, ia pergi bertemu dengan temannya di kota Seattle. Di sinilah Ma mulai kenal dengan internet. Ketika itu Ma merasa langsung jatuh cinta dengan internet.

Baca juga: Lama Menghilang, Begini Kabar Terbaru Jack Ma

Kata kunci pertama ia cari di mesin pencarian Yahoo ketika itu ialah "beer" dan "China". Namun, hasilnya nihil. Ma terkejut karena pencarian dengan kata kunci "China" tak menghasilkan informasi apapun dari kampung halamannya.

Akhirnya, Ma bertekad untuk membuat perusahaan internet pertama di China. Padahal Ma sendiri juga sebenarnya gaptek.  Dia tak bisa mengoperasikan komputer, apalagi soal menulis kode untuk membangun situs.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang komputer. Yang saya tahu tentang komputer adalah cara mengirim dan menerima e-mail, serta browsing," ungkap Ma pada 2014 silam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Forbes.

Saat kembali dari perjalanannya ke AS, Ma berhenti menjadi guru dan meluncurkan Chinapages.com, sebuah perusahaan yang membantu membuatkan situs web untuk perusahaan China.

Namun umur China Pages tak berlangsung lama karena ketika itu internet memang masih berupa barang baru di China.

Pendirian Alibaba dan asal namanya

Tak menyerah, Ma bertekad untuk mencoba membuat bisnis internet lainnya. Pada 1999, demam internet mulai melanda pusat bursa Wall Street di AS.

Di sini Ma melihat adanya peluang dan masa depan bagi bisnis internet. Akhirnya ia memanggil 17 orang teman ke apartemennya untuk mendirikan situs jual-beli online yang kemudian ia namai sebagai Alibaba.com ini.

Potret Jack Ma beserta temannya di awal berdirinya Alibaba.com.HYSTA via Business Insider Potret Jack Ma beserta temannya di awal berdirinya Alibaba.com.
Seluruh temannya yang hadir ketika itu "dipalak" untuk membantu dirinya mendanai situs tersebut. “Hari itu saya berbicara seperti orang gila,” kenang Ma bercanda.

"Lalu aku berkata, 'Taruh uangmu di atas meja'. Kami mendapatkan 60.000 dollar AS ketika itu. Itu adalah putaran pendanaan kami yang pertama," kata Ma, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Senin (19/4/2021).

Ma menggunakan nama Alibaba karena terinspirasi dari kisah Ali Baba and the Forty Thieves yang mendunia. Hal ini karena ketika Ma pergi ke AS, setiap orang yang ia tanya tahu tentang kisah Ali Baba ini.

Baca juga: Alibaba Bangun Data Center ke-3 di Indonesia 2021

"Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?" tanya Ma kepada sekitar 30 orang. "Open Sesame" menjadi jawaban yang paling banyak didapatkan Ma.

Di kisah tersebut, "open sesame" jadi kata-kata ajaib yang membawa Ali Baba -sang tokoh utama dalam cerita- akhirnya bisa masuk ke gua yang penuh dengan harta karun.

Agaknya Ma juga ingin situs marketplace yang ia luncurkan bisa mendunia dan membuat siapapun di dalamnya menemukan harta karun.

"Nama Alibaba juga mudah dieja dan terkenal secara global. Jadilah nama, Alibaba - pembuka akses tanpa batas ("open sesame") untuk perusahaan kecil dan menengah," pungkas Ma.

Pada Februari 1999, Ma akhirnya meluncurkan situs marketplace Alibaba.com. Situs ini khusus melayani transaksi jual-beli antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya (business-to-business/B2B).

Untuk bisa menggunakan domain Alibaba.com, Ma harus merogoh kocek hingga 4.000 dollar AS. Visi utama Ma saat itu ialah dirinya ingin membangun ekosistem e-commerce yag memungkinkan pelanggannya bisa melakukan semua aspek bisnis secara online.

"Saya ingin menciptakan satu juta pekerjaan, mengubah lingkungan sosial dan ekonomi China, dan menjadikannya sebagai pasar Internet terbesar di dunia," ungkap Ma.

Jadi miliarder

Jack Ma pendiri Alibaba.Andrew Burton/Getty Images Jack Ma pendiri Alibaba.

Setelah enam bulan diluncurkan, Alibaba berhasil menerima investasi senilai 25 juta dollar dari bank investasi AS Goldman Sachs dan perusahaan telekomunikasi Jepang, SoftBank. Pada 2005, Yahoo juga ikut menginvestasikan dana senilai 1 miliar dollar AS ke Alibaba.

Seiring berjalannya waktu, bisnis Alibaba tumbuh besar dan semakin menggurita. Pada 2001, Alibaba meluncurkan situs belanja online, Taobao, hingga situs retail T-mall.

Bisnis Alibaba Group juga akhirnya merambah ke luar platform jual-beli online dengan masuk ke bisnis komputasi awan (Alibaba Cloud), ekspedisi (AliExpress), pembayaran digital (Ant Group-AliPay), produksi film (Alibaba Pictures), hingga media (South China Morning Post).

Pada 2014, Alibaba melantai di bursa New York Stock Exchange (NYSE), AS, dengan kode BABA. Ketika itu, penawaran umum perdana Alibaba berhasil mengumpulkan dana senilai 25 miliar dollar AS.

Baca juga: Alibaba Gandeng Dua Universitas untuk Pelatihan Cloud di Indonesia

Dengan nilai tersebut, IPO Alibaba disebut-sebut sebagai penawaran umum perdana terbesar sepanjang sejarah bursa NYSE.

IPO itu juga akhirnya menjadikan Ma sebagai salah satu miliarder dunia dan orang terkaya di China. Setelah IPO, perkiraan kekayaan Ma ditaksir mencapai 20,5 miliar dollar AS menurut Investopedia.

Menurut data di situs The Real Billionaires Forbes, kini Ma masih berada di posisi ke-25 sebagai orang paling tajir se-dunia, dengan total kekayaan bersih mencapai 48,9 miliar dollar AS (kira-kira Rp 713,5 triliun).

Sedangkan, nilai kapitalisasi Alibaba saat ini tercatat diangka 645,8 miliar dollar AS atau setara Rp 9.423 triliun, per 16 April 2021 menurut data di situs MacroTrends.

Kunci sukses Alibaba

Ilustrasi Jack Ma.Shu Zhang/Reuters Ilustrasi Jack Ma.

Kesuksesan Ma mendirikan startup boleh dibilang tak berkaitan dengan kemampuan teknis ataupun kemampuan berbisnis.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang teknologi, tentang marketing, bahkan hal-hal legal tentang perusahaan,” kata Ma pada konferensi Viva Tech di Paris, pada  Mei 2019 silam.

Lantas apa yang membuat Ma sukses? Membuat pelanggan dan pegawainya senang agaknya menjadi hal utama di balik kesuksesan Ma membangun Alibaba.

Setelah IPO pada 2014, pria berperawakan kecil itu secara terang-terangan menyebutkan bahwa pelanggan dan pegawai merupakan prioritasdalam menjalankan bisnis. "Kami percaya pelanggan nomor satu, karyawan nomor dua, pemegang saham nomor tiga," ungkap Ma.

Ketika menjalani bisnisnya, Ma juga sering meluangkan waktunya untuk membaca komplain yang ditujukan pada perusahaan. Dengan begitu, ia akan berpikir keras bagaimana bisa memberikan layanan yang lebih baik.

Ma juga berusaha menjadi visioner dengan memandang jauh ke depan. "Ketika kamu percaya pada masa depan, kamu akan mulai melakukannya," kata Ma.

Baca juga: Bos Alibaba Dukung Waktu Kerja 12 Jam Sehari, 6 Hari Seminggu di China

Inilah yang ia bawa ketika memimpin Alibaba dan membuatnya sukses hingga seperti sekarang. Tak ketinggalan, rasa humor juga hal lain yang mendorong kesuksesan Ma dan Alibaba.

Ma bahkan dikenal sebagai pemimpin yang memiliki rasa humor yang tinggi. Ketika perusahaan pertama kali memperoleh keuntungan, Ma diketahui pernah memberi setiap pegawai Alibaba sekaleng mainan Silly String untuk merayakannya.

Ia juga pernah mendorong para pegawainya melakukan handstand saat istirahat untuk meningkatkan energi mereka. Pernah satu saat di acara ulang tahun Alibaba, Ma berpakaian seperti Michael Jackson dan tampil di depan puluhan ribu karyawan Alibaba.

Tak ketinggalan, Ma juga pernah membintangi film pendek Kung Fu berjudul Gong Shou Dao yang diproduksi oleh perusahaannya sendiri. Film ini turut dibintangi oleh pemeran papan atas China seperti Jet Li and Donnie Yen.

Di China, Ma sudah layaknya selebriti. Banyak orang akan menunggu kehadiran Ma untuk tampil atau berbicara di depan mereka.

Pendiri Alibaba Jack Ma ikut berperan dalam film pendek Kung Fu berjudul Gong Shou Dao, yang rilis tahun 2017 silam.Associated Press Pendiri Alibaba Jack Ma ikut berperan dalam film pendek Kung Fu berjudul Gong Shou Dao, yang rilis tahun 2017 silam.

Tak suka jadi orang kaya

Sejak IPO Alibaba menorehkan sejarah baru, Ma dikenal sebagai salah satu orang terkaya di China, bahkan di dunia. Namun, menurut Ma, menjadi orang kaya itu beban.

"Orang-orang bilang, "Jack, menjadi orang kaya itu bagus". Ya itu bagus, tapi bukan jadi orang terkaya di China," ungkap Ma.

Alasannya, menurut dia, dengan menjadi orang sukses, maka harapan yang dilekatkan orang-orang juga akan semakin tinggi. Ini membuat Ma jadi mengkhawatirkan banyak hal.

Belum lagi, sejak ia dilabeli sebagai orang kaya, ia merasa banyak orang yang mengelilingi dirinya karena termotivasi oleh uang.

Baca juga: Tak Mau Mati di Kantor, Alasan Jack Ma Tinggalkan Alibaba

Jack Ma sendiri menjabat sebagai CEO Alibaba Group hingga 2013. Kemudian ia menduduki posisi Chairman Alibaba hingga 2019.

Setelah pensiun dari Alibaba, pria berusia 56 tahun ini berencana fokus pada Jack Ma Foundation, sebuah badan amal yang didirikannya pada 2014.

Jack Ma Foundation ini didedikasikan untuk meningkatkan pendidikan, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

Ma juga mengungkapkan, dirinya ingin mengikuti jejak pendiri Microsoft dan sesama miliarder Bill Gates, yang telah berjanji untuk memberikan setidaknya setengah dari kekayaannya selama hidupnya.

Mendadak hilang

Kesuksesan Jack Ma mengembangkan bisnis Alibaba ternyata tidak membuat semua orang senang, terutama bagi pemerintahan komunis China yang memandang perusahaan tersebut sudah teralu besar dan dominan sehingga perlu diregulasi lebih ketat.

Anak perusahaan Alibaba yang bergerak di bidang fintech, Ant Group, mulai mengembangkan bisnisnya ke layanan peminjaman uang jangka pendek.

Pemerintah China menentang ekspansi ini dan meminta AliPay fokus pada bisnis pembayaran online saja. Pemerintah China juga dilaporkan sampai membentuk tim investigasi terkait dugaan praktik anti-monopoli yang dilakukan oleh Alibaba Group.

Baca juga: Bos Alibaba Jack Ma Hilang Setelah Mengkritik Pemerintah China

Belakangan, setelah mengkritik regulasi perbankan pemerintah China yang ia nilai menghambat inovasi dan harus direformasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi, Jack Ma mendadak hilang. Dia tidak lagi tampil di depan publik sejak akhir Oktober tahun lalu.

Keberadaan Ma hanya diketahui oleh dunia internasional lewat rekaman penerbangannya dan beberapa sesi telekonferensi yang diikutinya. Terakhir, dia muncul bersebelahan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jack Ma agaknya memang masih hidup, tapi nasib sang guru gaptek pendiri Alibaba yang ingin kembali ke dunia pendidikan setelah pensiun ini belum jelas sampai sekarang.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.