kolom

Nasib Maskapai Indonesia di Ujung Tanduk

Kompas.com - 20/04/2021, 11:03 WIB
Pesawat Garuda Indonesia siap lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (17/4/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOPesawat Garuda Indonesia siap lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (17/4/2013).

Patut diacungi jempol upaya asosiasi maskapai penerbangan sipil Indonesia (INACA) yang berupaya mencari jalan keluar bagi maskapai nasional yang hidupnya sangat sulit di masa pandemi Covid-19 ini.

Bekerja sama dengan tim riset dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, INACA menggagas white paper atau semacam peta jalan menuju pemulihan kesehatan maskapai nasional.

Pada pertengahan April lalu, INACA dan tim Unpad menggelar webinar, setelah sebelumnya menggelar tiga kali Focus Group Discussion dengan tema yang serupa.

Dalam paparannya, tim riset Unpad memaparkan bahwa bisnis penerbangan nasional akan mulai membaik secara optimis pada 2022. Namun kajian tim juga menyatakan bahwa kondisi optimis tersebut sulit dicapai dan memaparkan ada kondisi moderate yaitu pada tahun 2024 dan kondisi pesimis tahun 2025.

Sedangkan penerbangan internasional yang dilakukan di Indonesia, optimis membaik pada tahun 2023, moderate tahun 2025 dan pesimis tahun 2026.

“Semua itu tergantung dari penanganan pandemi Covid-19 di tanah air, terutama percepatan vaksinasi pada masyarakat,” ujar Yayan Satyakti, ketua tim peneliti dari Unpad tersebut.

Yayan sendiri meyakini bahwa kondisi moderate lebih mungkin terjadi. Hal senada disampaikan juga oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani dan Ketua Masyarakat Hukum Udara Indonesia, Andre Rahardian yang menjadi penanggap dalam webinar tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Artinya, dalam kondisi seperti saat ini, maskapa penerbangan domestik akan kembali seperti sedia kala pada tahun 2024 dan penerbangan internasional pada tahun 2025. Dengan asumsi, sekali lagi, penanganan pandemi dan terutama program vaksinasi massal oleh pemerintah terjadi as usual seperti saat ini.

Maskapai di ujung tanduk

Sektor penerbangan, nasional maupun global, memang menjadi salah satu sektor yang terdampak paling parah dari pandemi Covid-19.

Data PT. Angkasa Pura 1, dari 15 bandara besar yang dioperasikannya pada tahun 2020 lalu tercatat pergerakan penumpang turun 61 persen dibanding tahun 2019, dari 81,95 juta menjadi 31,85 juta pergerakan penumpang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.