Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jack Ma Terancam Ditendang dari Perusahaan Miliknya Sendiri

Kompas.com - 20/04/2021, 14:09 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Hubungan Jack Ma dan pemerintah China agaknya kian memanas. Kabar terbaru menyebut bahwa perusahaan milik Jack Ma, Ant Group, tengah mencari cara agar Ma melepas sahamnya di Ant Group dan menyerahkan kekuasannya.

Konon, siasat itu muncul setelah Ant Group melakukan pertemuan dengan regulator China. Dilaporkan Reuters, menurut sumber yang dekat dengan regulator dan Ant Group, pemerintah memberi sinyal akan melonggarkan pengawasan terhadap bisnis Ant Group jika Ma melepas sahamnya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, pemerintah China membentuk satgas khusus untuk mengawasi Ant Group setelah perusahaan teknologi finansial (fintech) itu gagal melantai di bursa saham akhir tahun lalu.

Baca juga: Perusahaan Jack Ma Gagal Melantai di Bursa Usai Kritik Pemerintah China

Padahal, penawaran saham perdana (IPO) Ant Group digadang memecahkan rekor nilai terbesar sepanjang sejarah dengan estimasi nilai hingga 37 miliar dollar AS atau sekitar Rp 537 triliun).

Satgas itu dipimpin oleh Komite Stabilitas dan Pembangunan Keuangan (FSDC) bersama dengan beberapa departemen bank sentral dan regulator lainnya.

Gagalnya IPO dan pengetatan pengawasan terhadap Ant Group ditengarai bermula dari kritik pedas Jack Ma kepada pemerintah China bukan Oktober lalu.

Pejabat bank sentral People's Bank of China (PBOC) dan regulator keuangan China Banking and Insurance Regulatory Commission (CBIRC), melakukan diskusi sejak Januari hingga Maret lalu dengan Ma dan Ant Griup secara terpisah.

Baca juga: Jack Ma Muncul Bersama Presiden Rusia Usai Alibaba Didenda

Menurut sumber yang akrab dengan regulator maupun Ant Group, diskusi itu mengarah pada peluang Jack Ma untuk keluar dari Ant Group. Namun, Ant Group membantah kabar tersebut dan menyatakan bahwa divestasi saham Ma di Ant Group tidak pernah dipertimbangkan.

"Divestasi saham Ma di Ant Group tidak pernah menjadi subyek diskusi dengan siapapun," jelas perwakilan Ant Group.

Akan tetapi, hingga kini belum diketahui pasti apakah kabar divestasi itu bersifat opsional atau tidak.

Salah satu sumber dalam menyebut bahwa Ant Group berharap agar saham Jack Ma yang bernilai miliaran dollar di Ant Group itu bisa dijual kepada investor lama atau e-commerce yang berafiliasi.

Mereka berharap tidak melibatkan entitas eksternal. Namun, menurut sumber lain yang juga disebut dekat dengan perusahaan, menyebut bahwa dalam pembicaraan bersama regulator, Ma diminta untuk tidak menjual sahamnya ke entitas atau perorangan terdekatnya, dan keluar sepenuhnya dari perusahaan.

Baca juga: Rekaman Penerbangan Ungkap Aktivitas Jack Ma Selama Menghilang

Opsi lainnya, Ma bisa mentransfer sahamnya ke investor China yang terafiliasi dengan pemerintah. Apapun keputusannya, kedua sumber tadi menyebut bahwa semua langkah yang diambil harus mendapat persetujuan dari pemerintah Beijing.

Baik pihak regulator, Jack Ma, maupun Ant Group, tidak memberi komentar terkait isu opsi-opsi tersebut.

Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Selasa (20/4/2021), keluarnya Jack Ma dari perusahaan dapat membuka lagi jalan bagi Ant Group untuk melakukan IPO.

Pembicaraan tentang saham dan kekuasaan Ma di Ant Group bergulir di tengah perombakan perusahaan dan regulasi teknologi yang disiapkan pemerintah China setelah mendapat kritik Ma.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com