Huawei Diam-diam Ikut Jual Smartphone Tanpa Charger

Kompas.com - 21/04/2021, 07:27 WIB
Tampilan punggung Huawei P40 Pro varian warna deep sea blue bisa berubah-ubah warna tergantung sudut pandang, dengan gradasi biru dan ungu. 
KOMPAS.com/ OIK YUSUFTampilan punggung Huawei P40 Pro varian warna deep sea blue bisa berubah-ubah warna tergantung sudut pandang, dengan gradasi biru dan ungu.

KOMPAS.com - Apple menjadi vendor smartphone pertama yang menjual smartphone tanpa charger di dalamnya. Keputusan itu kemudian menjadi tren yang diikuti vendor smartphone lain, seperti Samsung dan Xiaomi saat menjual smartphone flagship mereka.

Diam-diam, Huawei juga ikut-ikutan menjual smartphone flagship miliknya tanpa charger. Empat flagship Huawei, yakni Huawei Mate X2, Mate 40 Pro, Nova 8 Pro, dan Nova 8, dijual di China dengan dua pilihan, yakni sepaket dengan charger dan tanpa charger.

Jika pembeli memilih paket tanpa charger, maka akan mendapat potongan harga sebesar 200 yuan atau sekitar Rp 446.000 (kurs Rp 2.200).

Baca juga: Jual iPhone Tanpa Charger, Apple Didenda Rp 27 Miliar

Dirangkum KompasTekno dari Gizmo China, Selasa (20/4/2021), keputusan Huawei tidak menyertakan charger kabarnya bukan hanya karena isu lingkungan, tapi juga untuk  menghemat chip IC pengisian daya.

Huawei dikabarkan telah menyetok beberapa persedian untuk mengisi chip IC sebelum ada pembatasan yang diakibatkan oleh kelangkaan chip secara global saat ini, dan juga larangan ekspor oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) yang masih berlanjut.

Flagship anyar Huawei P50 yang akan dirilis bulan Mei mendatang kabarnya juga akan dijual tanpa charger. Huawei disebut akan menjual charger secara terpisah.

Baca juga: Galaxy S21 Dijual Tanpa Charger dan Earphone, Ini Alasan Samsung

Di sisi lain, beberapa perusahaan semikonduktor China sedang bekerja keras untuk membuat chip sendiri, termasuk chip IC, untuk mengatasi masalah kelangkaan.

Sementara itu, dua vendor smartphone asal China, Oppo dan Xiaomi dikabarkan akan mengembangkan chip SoC pesaing Snapdragon untuk smartphone.

Chip ini ditargetkan akan rilis menjelas akhir 2021 mendatang. Alasan Oppo dan Xiaomi mengembangkan chip sendiri diduga untuk mengurangi ketergantungan terhadap Qualcomm yang merupakan pabrikan asal AS.



Sumber Gizmochina
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X