XL Makin Getol Bangun Jaringan di Luar Jawa

Kompas.com - 23/04/2021, 19:54 WIB
Salah seorang teknisi dari XL Axiata terlihat sedang memperbaiki jaringan jaringan XL Axiata disalah satu tower yang ada di Kota Tanjungpinang. Untuk menjelang perayaan bulan Suci Ramadhan dan Lebaran 2018, jaringan XL Axiata dijamin aman di wilayah Kepulauan Riau. KOMPAS.COM/ DOK XL AXIATASalah seorang teknisi dari XL Axiata terlihat sedang memperbaiki jaringan jaringan XL Axiata disalah satu tower yang ada di Kota Tanjungpinang. Untuk menjelang perayaan bulan Suci Ramadhan dan Lebaran 2018, jaringan XL Axiata dijamin aman di wilayah Kepulauan Riau.

KOMPAS.com - Operator seluler XL Axiata akan mengalokasikan 60 persen dari belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk membangun dan memperkuat jaringan di luar Pulau Jawa.

Persentase tersebut meningkat dari tahun lalu, di mana perseroan mengalokasikan anggaran sekitar 50 persen untuk luar Jawa dari capex tahun 2020.

"Dari tahun ke tahun komitmen kami untuk membangun luar Jawa semakin besar," kata I Gede Darmayusa, Director/Chief Technology Officer dalam acara paparan RUPS Tahunan 2021 XL Axiata yang digelar secara virtual, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Gagal Dapat Frekuensi 2,3 GHz, XL Fokus Optimalkan 4G LTE

Pembangunan jaringan di luar Pula Jawa bukan hanya fokus pada coverage, namun juga menambah kapasitas melalui fiberisasi jaringan. Gede menambahkan, tanpa fiberisasi jaringan, kapasitas di luar Pulau Jawa yang semakin meningkat akan sulit terpenuhi.

Sementara itu, menurut Director/Chief Finance Officer Xl Axiata Budi Pramantika, pada tahun 2020 kontribusi luar Pulau Jawa terhadap total pendapatan XL Axiata mencapai 25 persen.

"Untuk tahun 2021 kita akan terus melakukan investasi di luar Jawa dengan harapan kontribusinya akan trus tetap naik," kata Budi.

Tahun ini, XL Axiata mengalokasikan capex sebesar Rp 7 triliun, nilai yang hampir sama dengan capex di beberapa tahun sebelumnya. Capex ini akan digunakan untuk mengembangkan jaringan dan meningkatkan layanan 4G, terutama terkait program fiberisasi.

Baca juga: XL Axiata Bagikan Dividen Rp 339,4 Miliar ke Pemegang Saham

Adapun sumber capex tahun ini lebih banyak berasal dari cash internal perusahaan. Selain itu, modal juga akan datang dari pendanaan eksternal, termasuk beberapa fasilitas pinjaman yang jatuh tempo.

"Tahun ini ada sekitar Rp 1,5 triliun pinjaman akan jatuh tempo, tapi kita berencana melakukan refinancing (utang)," imbuh Budi.

Melansir Kontan.co.id, XL Axiata tahun ini juga berencana menambah jumlah base transceiver station (BTS) dengan jumlah yang relatif sama dengan tahun 2020.

Sepanjang tahun 2020, XL Axiata menambah 14.761 unit BTS, dari 130.271 unit pada tahun 2019. Total BTS Xl Axiata saat ini tercatat ada 144.978 unit, di mana 54.297 adalah BTS 4G, 53.235 BTS 3G, dan 37.446 BTS 2G.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X