Programer Indonesia Lebih Pilih Bikin Game untuk Android, Ini Alasannya

Kompas.com - 25/04/2021, 19:05 WIB
Ilustrasi bermain game online di smartphone (Dok. Shutterstock/Dean Drobot) Ilustrasi bermain game online di smartphone

KOMPAS.com - Mayoritas programer/developer game di Indonesia rupanya lebih memilih untuk mengembangkan game untuk platform Android. Hal ini tercermin pada tingginya angka produksi game Android yang mencapai 31,1 persen.

Setidaknya begitu menurut riset yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Salah satu penyebab Android banyak dipilih oleh pengembang game antara lain karena platform ini memberikan kemudahan akses publikasi game.

Baca juga: Dampak Pandemi pada Industri Game, Produktivitas Turun hingga Tunda Peluncuran Game Baru

Dengan demikian, banyak dari pengembang yang dapat menerbitkan game mereka sendiri tanpa harus menggandeng publisher ternama.

Sementara itu, PC menjadi platform terbanyak kedua yang paling banyak dipilih pengembang dengan persentase sebesar 23,8 persen. Di bawahnya, platform iOS menyusul di angka 14 persen.

Hasil riset yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).
Kominfo Hasil riset yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Platform konsol menjadi yang paling sedikit dipilih oleh pengembang. Hanya terdapat 6,8 persen game berbasis PlayStation yang diproduksi, sementara 5,4 persen lainnya adalah game Xbox dan Nintendo.

Selain jenis platform, pengembang game juga menentukan target pemain Indonesia berdasarkan gender. Terlihat bahwa laki-laki merupakan target pemain dengan mayoritas terbesar dengan persentase sebanyak 69,77 persen.

Sementara itu, 25,58 persen lainnya ditargetkan untuk pemain wanita dan 4,65 persen sisanya untuk keduanya.

Baca juga: Pengembang Game Indonesia Masih Andalkan Dana Pribadi untuk Produksi

Soal genre, berdasarkan survei, para pengembang rupanya lebih fokus memproduksi game dengan genre action (11,6 persen). Sementara itu, genre simulation dan game educational merupakan genre game yang paling banyak dipilih selanjutnya (11,1 persen).

Berada di posisi terbawah, adventure (10,1 persen) dan role playing (7,2 persen) rupanya termasuk sebagai genre game yang paling sedikit diproduksi di Tanah Air.\



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X