Profil Andy Rubin, Mantan Karyawan Apple yang Jadi Pendiri Android

Kompas.com - 26/04/2021, 19:29 WIB
Andy Rubin AP PhotoAndy Rubin

KOMPAS.com - Seperti diketahui, sistem operasi Android saat ini menguasai pangsa pasar smartphone dunia.

Firma riset IDC mencatat pada 2020 ada sebanyak 84,1 persen smartphone yang dikirimkan ke seluruh dunia berbasis Android dari berbagai versi.

Di balik kesuksesan Android hari ini, sosok Andy Rubin tentu tidak bisa dikesampingkan dari sejarah industri teknologi, terutama ponsel pintar.

Andy Rubin dikenal sebagai "Bapak Android", sebab dialah yang menemukan dan mengembangkan piranti lunak yang kini di bawah naungan Google itu.

Di kalangan orang awam, sosoknya mungkin tidak sebeken Steve Jobs atau Bill Gates. Tapi, sosok dan perjalanan karir Andy Rubin cukup menarik dan penting untuk disimak.

Biografi singkat

Andrew E. Rubin atau lebih dikenal sebagai Andy Rubin adalah seorang programmer dan pebisnis asal Amerika Serikat. Rubin lahir tahun 1963 dan dibesarkan di Chappaqua, New York, Amerika Serikat.

Pada 1977-1981, Rubin menempuh pendidikan di Horace Greeley High School di Chappaqua, New York.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah lulus SMA, Rubin melanjutkan studi di Utica College, Utica, New York dan meraih gelar sarjana ilmu komputer pada 1986.

Baca juga: Waspada Mata-mata Mengintai di Balik Update Sistem Android

Bekerja di Carl Zeiss

Setelah lulus kuliah, pria yang sangat menggandrungi robot ini bekerja sebagai software engineering spesialis robotik di perusahaan optik Carl Zeiss X-ray Microscopy di Thornwood, New York.

Rubin bekerja selama kurang lebih tiga tahun, yakni pada 1986 hingga 1989. Menurut Business Insider, Rubin pernah menghabiskan waktu setahun di Jenewa, Swiss, untuk bekerja sebagai software engineer di sebuah perusahan bernama Société Genevoise d'Instruments Physiques.

Masuk Apple karena menolong orang

Sebelum menciptakan Android, Rubin pernah bekerja untuk Apple. Rubin diterima bekerja di Apple dengan cara yang cukup unik.

Suatu hari pada 1989, Rubin berlibur ke Pulau Cayman. Di sana, ia secara tidak sengaja bertemu dengan Bill Caswell, seorang enggineer di Apple kala itu.

Caswell diceritakan diusir dari cottage tempat dia menginap setelah cek-cok dengan kekasihnya. Karena itulah, Rubin menawarkan tempat istirahat kepada Caswell.

Sebagai balas budi, Caswell pun menawarkan pekerjaan di Apple kepada Rubin. Rubin pun menerima kesempatan emas itu dan mulai bekerja di Apple pada tahun 1989. Saat itu, Apple dalam kondisi bisnis yang sehat berkat Macintosh.

Di Apple, Rubin memulai posisi di bagian manufaktur lalu dipindah ke bagian riset Apple. Pada 1990, Apple membuat sebuah perusahaan bernama General Magic dan Rubin ikut bergabung ke perusahaan spin-off itu.

General Magic fokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Di General Magic, Rubin dan timnya berhasil mengembangkan sebuah software bernama Magic Cap.
Sayangnya, usia Magic Cap tak panjang.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa RAM iPhone Tak Sebesar Ponsel Android

Sambutan vendor handset terhadap Magic Cap minim. Padahal, Magic Cap sangat populer saat itu. Bahkan, Forbes menyebut kegagalan General Magic sebagai "matinya perusahaan Silicon Valley yang penting".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X