Bitcoin dkk. Ternyata Bisa Bikin Hubungan dengan Pasangan Merenggang

Kompas.com - 27/04/2021, 03:22 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUMIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.

KOMPAS.com - Mata uang kripto (cryptocurrency) seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, dan lain-lain belakangan makin populer dan menjadi tren investasi di kalangan penggemarnya. 

Dengan nilai tukar yang tinggi, tak mengherankan bila banyak orang berlomba-lomba ingin menjadikan mata uang kripto sebagai aset investasinya. Sayangnya, di sisi lain, investasi kripto ini membawa berpengaruh buruk pada hubungan personal pemiliknya.

Saat ini, di Amerika Serikat sendiri dilaporkan ada 46 persen generasi Z dan 42 persen generasi milenial yang sudah terjun ke dunia investasi cryptocurrency.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin yang Harganya Tembus Rp 924 Juta

Setidaknya begitulah hasil yang didapatkan dari penelitian yang diinisiasi oleh penyedia sistem nama domain, .Tech Domains (dot Tech Domains), yang melibatkan 1.000 orang Amerika pada Maret 2021 lalu.

"Sebanyak 42 persen generasi millenial AS yang berinvestasi pada aset kripto mengatakan bahwa mereka menginvestasikan lebih dari 25 persen dari total kekayaan mereka ke aset kripto," tulis laporan .Tech berjudul "The Year of the Bitcoin Bull" di situs resminya.

Walaupun digandrungi karena nilai tukarnya yang "menjanjikan", investasi pada mata uang digital ini tak lepas dari sejumlah risiko. Mulai dari volatilitas atau adanya fluktuasi harga, potensi adanya pencurian atau peretasan, hingga perubahan regulasi.

Merenggangkan hubungan dengan pasangan

Ternyata, risiko investasi pada aset kripto tak berhenti sampai di situ. Laporan .Tech Domains juga mengungkapkan bahwa 60 persen investor kripto mengaku investasi mereka pada aset kripto ini berdampak negatif pada hubungan pribadi mereka sendiri dengan pasangan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, 94 persen orang yang menginvestasikan 50-75 persen dari total kekayaan bersih mereka ke aset kripto mengaku telah melihat dampak negatif yang ditimbulkan dari investasi ini pada kondisi hubungan mereka yang merenggang.

Belum lagi banyak cerita yang beredar bahwa investor kripto rela menjual rumah dan bisnisnya demi bisa berinvestasi pada aset kripto."Mungkin tidak mengherankan bahwa begitu banyak investor crypto mengalami ketegangan pada hubungan pribadi mereka," tulis .Tech Domains.

Jeffrey Halley, seorang analis pasar senior di Oanda Asia-Pacific Pte, tak memungkiri dengan temuan riset tersebut.

Baca juga: Kupinang Engkau dengan Bitcoin, Cerita Wanita Sulsel Dilamar Pakai Bitcoin Rp 1,6 Miliar

Halley mengatakan, investor kripto akan mengalami tekanan yang meningkat dalam hubungan nya apabila pasangan mereka termasuk seseorang yang tidak percaya dengan cryptocurrency ini.

"Terutama ketika crypto memiliki perubahan nilai tukar harian yang besar, dan dengan demikian juga memengaruhi nilai portofolionya," lanjut Halley. Dia menambahkan, uang dan keserakahan juga dapat merusak hubungan personal si investor tersebut.

"Jika seorang investor menjadi jutawan di atas kertas, atau kehilangan segalanya, persepsi kedua belah pihak dalam hubungan itu terhadap satu sama lain bisa berubah," kata Halley, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Bloomberg, Senin (26/4/2021).

Fenomena mata uang kripto

Setahun belakangan ini, mata uang kripto memang tengah berjaya, terutama Bitcoin dan Ethereum. Dalam 12 bulan terakhir ini, harga Ehtereum telah melonjak hingga 11 kali lipat.

Sedangkan harga Bitcoin diketahui telah naik lebih dari enam kali lipat semenjak tahun lalu.

Terakhir, pada pertengahan April lalu, nilai tukar Bitcoin bahkan tembus ke rekor nilai tertinggi baru dalam sejarah, yakni di angka 63.388 dollar AS atau setara dengan Rp 924,55 juta per keping.

Baca juga: Apa Itu Coinbase, Dompet Kripto Pertama yang Lakukan IPO

Namun, hampir dua minggu setelahnya, harga Bitcoin sudah turun kembali di angka 52.000 dollar AS (setara Rp 751,9 juta) per kepingnya, menurut data dari situs CoinDesk, Senin pagi.

Popularitas mata uang kripto yang semakin menanjak ini juga akhirnya memungkinkan perusahaan dompet digital Coinbase berhasil melantai di bursa saham.

Masuknya Coinbase ke bursa saham disebut-sebut sebagai tonggak sejarah baru bagi industri mata uang kripto setelah bertahun-tahun dipandang meragukan oleh regulator dan pasar saham Wall Street.

 



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X