Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Negosiasi Merger Tri-Indosat Diperpanjang hingga 30 Juni

Kompas.com - 28/04/2021, 19:28 WIB
Kevin Rizky Pratama,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setelah melalui sejumlah pertimbangan, Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia (3) sepakat untuk memperpanjang proses merger perusahaan hingga dua bulan ke depan.

Mulanya, rencana merger antara kedua perusahaan ditetapkan untuk mencapai tenggat waktu hingga 30 April, atau Jumat minggu ini. Kini, keduanya setuju untuk mengundurkan jadwal tersebut hingga 30 Juni 2021 mendatang.

"Pemegang saham kami telah menyatakan mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan negosiasi yang telah berlangsung dengan konstruktif ini," ujar H3I CEO, Cliff Woo dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Kominfo Tanggapi Rencana Merger Tri dan Indosat

Woo turut menjelaskan jika keputusan ini diambil karena masing-masing perusahaan masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan due diligence serta syarat dan ketentuan kesepakatan.

Kesepakatan merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison (3) Tri Indonesia sejatinya berawal sejak akhir Desember 2020 lalu.

Saat itu, pemilik saham mayoritas Indosat, Ooredoo Q.P.S.C dan pemilik saham Tri Indonesia, CK Hutchison Holding Limited telah menandatangani nota kesepamahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Adapun nota kesepahaman tersebut memungkinkan Tri dan Indosat untuk menjadi pemegang saham mayoritas pada entitas baru yang akan terbentuk nanti.

Karena adanya gabungan dari segi bisnis, keduanya dilarang untuk melakukan bentuk kerja sama apa pun dengan operator lainnya hingga MoU tersebut berakhir.

Untuk diketahui, Ooredoo memegang 65 persen saham di Indosat. Sementara itu, Hutchison Asia Telecommunication yang menjadi bagian dari bisnis CK Hutchison, menggerakan operasional di Indonesia, Vietnam, dan Sri Lanka.

Kabar baik

Merger ini dianggap sebagai kabar baik bagi industri telekomunikasi Indonesia. Tidak hanya bagi keberlangsungan bisnis, tapi juga bagi pengguna dua layanan operator tersebut.

Menurut pengamat telekomunikasi Nonot Harsono, merger Indosat dan Tri akan menguatkan kemampuan pemerataan jaringan serta peningkatan kualitas layanan.

Baca juga: Riset: Merger Indosat dan Tri Bagus untuk Gamer

"Jaringan seluler yang digabung akan menghasilkan kualitas jaringan yang jauh lebih baik. Jika jaringan lebih efisien, maka ada kemungkinan tarif layanan bisa dipertahankan rendah," jelas Nonot.

Hal yang sama juga dikatakan Moch S. Hendrowijono. Pengamat telekomunikasi itu mengatakan mutu layanan yang akan diterima pengguna akan lebih baik apabila merger benar-benar terjadi.

"Karena ketersediaan pita frekuensi yang lebih lebar akibat penggabungan," ujar Hendro.

Namun, operator harus menyelesaikan "sengketa" spektrum lebih dulu.

Hendro mengatakan risiko merger bagi operator adalah sebagian spektrum mereka akan "dikandangkan" atau diambil oleh pemerintah, jika spektrum dianggap menjadi berlebihan setelah terjadi merger.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Internet
CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

e-Business
'Fanboy' Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

"Fanboy" Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

e-Business
WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

Software
Steam Gelar 'FPS Fest', Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Steam Gelar "FPS Fest", Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com